- Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengonfirmasi empat kasus infeksi Hantavirus sepanjang tahun 2026.
- Hantavirus bukanlah penyakit baru karena telah diidentifikasi sejak tahun 1976 setelah diisolasi oleh ilmuwan dari Korea Selatan.
- Kemenkes mencatat 23 kasus Hantavirus di berbagai wilayah Indonesia selama 2024 hingga 2026 dengan tingkat kematian mencapai 13 persen.
2. Hantavirus Dunia Baru (New World): Pada tahun 1993, muncul wabah di wilayah "Four Corners" Amerika Serikat. Virus ini menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), penyakit paru-paru berat yang mematikan.
Hal ini menunjukkan bahwa Hantavirus telah berevolusi dan tersebar di berbagai belahan dunia melalui inang utamanya, yakni tikus atau hewan pengerat (rodensia).
Hantavirus di Indonesia
Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat 23 kasus hantavirus di Indonesia antara tahun 2024 hingga Mei 2026, dengan 3 kematian (CFR 13%) dan 20 pasien sembuh.
Sebagian besar kasus tergolong HFRS (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome) dan tersebar di beberapa wilayah. Antara lain Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, NTT, Jawa Timur, Sumatera Barat, dan Banten.
Penularan Hantavirus pada manusia biasanya terjadi melalui:
- Inhalasi: Menghirup partikel dari urin, kotoran, atau air liur tikus yang terbawa udara (aerosol).
- Kontak Langsung: Menyentuh benda yang terkontaminasi, lalu memegang mulut atau hidung.
- Gigitan: Meski jarang, gigitan tikus yang terinfeksi dapat menularkan virus secara langsung.
Gejala Hantavirus tahap awal seringkali menyerupai flu biasa, seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Namun, jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memburuk menjadi sesak napas akut atau gangguan fungsi ginjal.
Berita Terkait
-
Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Sistem Biokontainment Amerika Serikat Siaga Penuh Antisipasi Ledakan Kasus Hantavirus
-
Mencekam Hantavirus di Kapal MV Hondius, dari Pasien Kritis Sempat Didiagnosis Cuma Mengalami Stres
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!