-
Delapan belas penumpang MV Hondius dikarantina di Amerika Serikat akibat potensi paparan hantavirus.
-
Tiga orang tewas secara global dalam wabah yang diduga berasal dari satwa liar.
-
Pasien di Nebraska positif virus namun stabil, sementara isolasi meluas hingga ke Arizona.
Suara.com - Ancaman patogen mematikan kini menghantui daratan Amerika Serikat setelah delapan belas penumpang kapal pesiar MV Hondius resmi dievakuasi ke pusat medis tingkat tinggi. Otoritas kesehatan mengambil langkah ekstrem ini guna membendung potensi penyebaran hantavirus yang telah merenggut nyawa di luar negeri.
Langkah isolasi ini menjadi alarm keras bagi sistem kesehatan publik terhadap risiko penularan virus dari aktivitas wisata global. Evakuasi dilakukan secara mendadak begitu kapal bersandar untuk memastikan setiap individu di bawah pengawasan ketat ahli medis profesional.
Dilansir USAToday, Pusat Medis Universitas Nebraska kini menampung mayoritas penumpang, di mana satu orang ditempatkan di unit biokontainer dan lima belas lainnya menjalani karantina. Fasilitas ini dipilih karena memiliki standar keamanan biologis tertinggi untuk menangani kasus-kasus infeksi yang sangat berisiko.
Dua penumpang sisanya dilarikan ke unit biokontainer Universitas Emory di Atlanta guna menjaga ketersediaan ruang isolasi di Nebraska tetap terjaga. Pembagian lokasi ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah dalam mengantisipasi skenario terburuk dari paparan virus ini.
Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa salah satu pasien di Omaha telah dinyatakan positif terjangkit virus sebelum menginjakkan kaki di Amerika. Meskipun dinyatakan positif, tim medis menyebut kondisi pasien tersebut stabil dan tidak menunjukkan gejala klinis yang mengkhawatirkan saat ini.
"Pasien di Nebraska dalam keadaan baik dan tidak menunjukkan gejala apa pun," lapor otoritas terkait mengenai kondisi terkini individu tersebut. Namun, status waspada tetap diberlakukan mengingat masa inkubasi virus yang cukup lama dan tidak terduga.
Secara global, terdapat sembilan orang yang telah dikonfirmasi positif terkait klaster kapal pesiar MV Hondius, dengan tiga di antaranya berakhir fatal. Data ini memicu kekhawatiran karena tingkat kematian yang cukup signifikan pada kasus-kasus awal yang terdeteksi.
Pihak Universitas Emory mengabarkan bahwa pasangan yang dirawat di Atlanta salah satunya mulai menunjukkan gejala-gejala infeksi hantavirus. Hingga kini, detail mengenai hasil tes laboratorium pasangan tersebut masih tertutup rapat untuk konsumsi publik oleh otoritas kesehatan Georgia.
Nancy Nydam, Direktur Komunikasi Departemen Kesehatan Masyarakat Georgia, menyatakan bahwa dia tidak dapat memberikan informasi mengenai apakah pasangan tersebut telah dinyatakan positif hantavirus. Kerahasiaan ini menambah ketegangan atas status kesehatan mereka yang sedang dalam pantauan intensif.
Baca Juga: Bandara Soetta Perketat Pengawasan Penumpang dari 4 Negara Antisipasi Hantavirus
Investigasi mendalam oleh WHO mengarah pada dugaan bahwa wabah ini bermula dari sepasang turis asal Belanda yang berada di kapal tersebut. Mereka diduga melakukan kontak fisik yang sangat dekat dengan satwa liar yang membawa virus tersebut sebelum memulai pelayaran.
Tragisnya, pasangan suami istri asal Belanda tersebut tidak mampu bertahan dan meninggal dunia akibat infeksi yang menyerang sistem tubuh mereka. Insiden ini menjadi titik awal penyebaran yang akhirnya meluas ke penumpang lain di atas kapal pesiar mewah itu.
Kini, perhatian utama pemerintah Amerika Serikat tertuju pada potensi munculnya kasus-kasus baru dari para mantan penumpang yang telah kembali ke rumah. Gejala infeksi hantavirus sendiri diketahui bisa muncul secara mendadak bahkan setelah enam minggu terpapar oleh sumber virus.
Meskipun pengawasan diperketat, para pakar medis berusaha menenangkan masyarakat dengan menyatakan bahwa risiko penularan secara luas ke publik umum tergolong rendah. Fokus utama saat ini adalah melacak dan mengisolasi individu yang memiliki riwayat kontak langsung di atas kapal.
Tidak seluruh penumpang MV Hondius yang kembali ke Amerika Serikat mendapatkan fasilitas karantina di pusat medis elit seperti Nebraska atau Emory. Sebagian dari mereka diizinkan menjalani isolasi mandiri di kediaman masing-masing dengan pengawasan ketat dari departemen kesehatan setempat.
Terdapat setidaknya dua orang di Georgia dan tiga orang di California yang saat ini sedang menjalani masa karantina mandiri di rumah. Prosedur ini dilakukan untuk meminimalisir interaksi sosial selama periode kritis inkubasi virus berlangsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi