Sering Bangun Malam untuk Buang Air Kecil? Jangan Dianggap Wajar, Bisa Jadi Tanda Pembesaran Prostat

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:57 WIB
Urology Centre, SGH. (dok. ist)
  • Sering buang air tinggi pada malam hari menandakan Benign Prostatic Hyperplasia yang menyumbat saluran urine pria.
  • Dr. Edwin Aslim dari Singapore General Hospital menyatakan penanganan dini mencegah komplikasi kerusakan kandung kemih dan ginjal.
  • Berbagai pilihan terapi medis mulai dari perubahan gaya hidup, obat, hingga prosedur minimal invasif kini tersedia.

Pada tahap awal, perubahan gaya hidup sering kali membantu mengurangi keluhan. Misalnya mengurangi konsumsi kopi, teh berkafein, alkohol, membatasi minum menjelang tidur, dan mengurangi makanan tinggi garam.

Jika gejala masih mengganggu, dokter biasanya memberikan obat yang bekerja dengan melemaskan otot prostat atau memperlambat pembesaran prostat.

Namun, bila obat tidak lagi efektif, menimbulkan efek samping, atau sudah muncul komplikasi, tindakan medis menjadi pilihan berikutnya.

Kini terapi prostat semakin personal

Jika dulu pilihan operasi prostat hampir selalu identik dengan operasi konvensional, kini teknologi berkembang jauh lebih beragam. Dokter dapat memilih terapi sesuai kondisi prostat, usia pasien, hingga prioritas kualitas hidupnya.

Salah satu kelompok terapi modern adalah minimally invasive surgical treatment (MIST) atau tindakan minimal invasif. Prosedur ini umumnya dilakukan tanpa sayatan besar sehingga pasien dapat pulang pada hari yang sama.

Beberapa teknologi yang kini digunakan antara lain Rezm, yang memanfaatkan uap air panas untuk mengecilkan jaringan prostat secara bertahap, serta UroLift, yaitu pemasangan implan kecil yang berfungsi membuka saluran urine tanpa memotong jaringan prostat.

"Prosedur minimal invasif umumnya lebih mampu mempertahankan fungsi seksual dan ejakulasi, pemulihannya lebih cepat, tetapi hasilnya mungkin tidak selama tindakan yang mengangkat jaringan prostat. Karena itu, setiap pilihan memiliki kelebihan dan komprominya masing-masing," kata Dr. Edwin.

Untuk pasien dengan prostat yang lebih besar atau sudah mengalami komplikasi, dokter biasanya merekomendasikan tindakan yang mengangkat jaringan penyumbat, seperti TURP (Transurethral Resection of the Prostate) atau operasi laser.

Pada prosedur laser, dokter menggunakan energi laser untuk mengangkat jaringan prostat yang menyumbat saluran urine dengan perdarahan yang lebih minimal. Teknik ini juga cocok bagi pasien yang mengonsumsi obat pengencer darah atau memiliki risiko perdarahan lebih tinggi.

Jangan malu berkonsultasi

Masih banyak pria yang menganggap gangguan buang air kecil sebagai hal memalukan atau sekadar tanda penuaan. Padahal, pemeriksaan lebih awal justru dapat mencegah kerusakan permanen.

Dr. Edwin mengingatkan bahwa sering terbangun pada malam hari memang bisa disebabkan oleh pembesaran prostat, tetapi penyebabnya juga dapat berasal dari penyakit lain, seperti diabetes, gangguan jantung, sleep apnea, hingga penyakit ginjal.

Karena itu, jangan langsung menyimpulkan penyebabnya sendiri.

"Tujuan pengobatan bukan hanya membuat aliran urine lebih lancar, tetapi juga menjaga fungsi kandung kemih, melindungi ginjal, dan mempertahankan kualitas hidup pasien dalam jangka panjang," tutup Dr. Edwin.

Dengan semakin banyaknya pilihan terapi saat ini, penanganan pembesaran prostat tidak lagi menggunakan pendekatan yang sama untuk semua orang. Setiap pasien dapat memperoleh terapi yang disesuaikan dengan kondisi medis, gaya hidup, serta harapan mereka terhadap kualitas hidup di masa depan.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com