- Bunda Arsaningsih mengembangkan Meditasi SOUL Reflection sejak 2010 untuk mengenali dan mengelola kondisi batin melalui tiga fondasi utama.
- Praktik universal tanpa ritual khusus ini berhasil meraih Rekor MURI pada tahun 2024 dengan melibatkan 3.169 peserta.
- Yayasan Cahaya Cinta Kasih akan mengadakan acara Soul Tata Hati bersama Bunda Arsaningsih di Yogyakarta pada 10 Oktober 2026.
Praktisi tingkat lanjut bahkan dapat menggunakan SOUL Meter yang dikembangkan sebagai metode pengukuran radiasi energi untuk mengamati perubahan kondisi energi setelah meditasi.
Meditasi SOUL Reflection sendiri mulai dikembangkan sejak 2010. Pada 2024, Bunda Arsaningsih mencatatkan Rekor MURI sebagai penuntun meditasi dengan peserta terbanyak, yakni 3.169 peserta.
Praktik ini juga terus diperkenalkan melalui program Tata Hati di berbagai negara, termasuk Prancis, Italia, Belgia, Belanda, dan Selandia Baru.
Bagi masyarakat yang ingin mencoba meditasi, Bunda Arsaningsih menyebut pagi hari sebagai salah satu waktu yang baik, terutama sekitar pukul 03.00–05.00 ketika suasana relatif tenang.
Namun, yang terpenting bukan sekadar waktu atau posisi tubuh, melainkan kesadaran untuk berhenti sejenak, mengenali kondisi diri, dan mengelola gejolak yang muncul.
Pada akhirnya, meditasi dapat menjadi salah satu sarana untuk membangun kesadaran diri dan menjaga keseimbangan mental.
Namun, meditasi tidak menggantikan bantuan profesional ketika seseorang sudah mengalami gangguan kesehatan mental yang mengganggu kehidupan sehari-hari.
Yayasan Cahaya Cinta Kasih akan kembali menghadirkan Talkshow & Meditation “Soul Tata Hati” di Gedung Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada 10 Oktober 2026.
Mengusung tema “Menata Batin, Mengurai Beban”, kegiatan ini menghadirkan Bunda Arsaningsih untuk berbagi refleksi dan praktik meditasi kepada masyarakat umum.