- Operasi perut dapat menyebabkan perlengketan organ akibat jaringan parut, yang memerlukan penanganan berbeda sesuai kondisi pasien.
- Kasus perlengketan usus dekat saluran kemih memerlukan kolaborasi dokter bedah digestif dan spesialis urologi rekonstruksi.
- Direktur Bethsaida Hospital menyatakan evaluasi medis dan kolaborasi spesialis memastikan penanganan pasien dilakukan secara komprehensif.
Penanganan selanjutnya bergantung pada tingkat keparahan dan keluhan pasien. Jika tidak menimbulkan gangguan berarti, perlengketan dapat dipantau tanpa operasi.
Sebaliknya, tindakan bedah dapat dipertimbangkan apabila muncul komplikasi atau terdapat indikasi medis yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Kolaborasi dokter spesialis bedah digestif dan urologi rekonstruksi menjadi bagian dari layanan multidisiplin Digestive Center dan Urology Nephrology Center Bethsaida Hospital Gading Serpong.
dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, menyampaikan bahwa pendekatan tersebut bertujuan memastikan kebutuhan pasien ditangani secara menyeluruh.
“Bagi kami, pelayanan kesehatan bukan hanya tentang menangani suatu penyakit, tetapi juga memahami kondisi pasien secara menyeluruh. Melalui kolaborasi dokter dari berbagai spesialisasi dan dukungan fasilitas medis yang terintegrasi, kami ingin memastikan pasien mendapatkan penanganan yang tepat, sekaligus memberikan rasa aman dan ketenangan bagi keluarga dalam setiap proses perawatan,” ujar dr. Margareth.
Melalui evaluasi yang tepat dan kolaborasi antarspesialis, penanganan perlengketan usus yang kompleks dapat direncanakan dengan mempertimbangkan kondisi setiap organ, keselamatan pasien, serta kualitas hidup selama proses pemulihan.