/
Rabu, 25 Mei 2022 | 11:01 WIB
YouTube/WGN News

Indotnesia - Penembakan massal di Amerika Serikat kembali terjadi. Sekolah Dasar (SD) Robb di Uvalde, South Texas diserang oleh seorang pria berusia 18 tahun pada Selasa (24/5/2022). Laporan CNN menyebutkan sebanyak 21 orang tewas dalam aksi penembakan tersebut.

Korban tewas adalah anak-anak dan seorang guru sekaligus pelaku penembakan bernama Salvador Ramos. Dilansir dari Suara.com, Salvador Ramos merupakan remaja asal Uvalde. Sebelum melakukan aksinya di SD Robb, ia diketahui telah menembak sang nenek.

Kepala Polisi Distrik Sekolah Independen Uvalde, Pete Arredondo menjelaskan tersangka sempat menabrak dekat parit saat mengendarai mobil, setelah menembak neneknya yang kini dalam keadaan kritis.

“Tersangka menabrak di dekat parit dekat SD Robb. Di situlah ia keluar dari kendaraannya dengan membawa apa yang saya yakini sebagai senapan dan saat itu ia mencoba memasuki sekolah,” jelas Pete, dikutip dari Suara.com.

Bukan aksi spontan, Salvador Ramos diketahui telah mempersiapkan aksi penembakan tersebut. Ia diketahui telah mengirimkan pesan beberapa jam sebelum menembaki anak-anak di SD Robb yang tertulis “saya akan melakukannya.”

Saat berhasil masuk ke beberapa ruang kelas di SD Robb, Salvador terlihat telah mempersiapkan diri dengan membawa pelindung tubuh, senapan, dan ransel.

Salvador kemudian tewas di tempat setelah baku tembak dengan anggota kepolisian dan mengakibatkan dua polisi mengalami luka. 

Pihak kepolisian mengatakan tersangka penembakan tersebut diidentifikasi melakukan aksi penembakan seorang diri tanpa pesuruh.

Setelah polisi berhasil mengamankan keadaan, para siswa dipindahkan dari SD Robb ke Ssgt Willie de Leon Civic Center untuk dijemput oleh anggota keluarga.

Untuk memperingati tragedi yang terjadi di SD Robb, Uvalde, South Texas, Presiden Amerika Serikat Joe Biden memerintahkan warganya untuk mengibarkan bendera setengah tiang hingga matahari terbenam pada 28 Mei 2022.

Tragedi penembakan massal tersebut terjadi hanya berselang 10 hari setelah serangan serupa di Buffalo, New York. Setidaknya 10 orang tewas dalam kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan pihak berwenang, insiden penembakan di Buffalo dilakukan oleh remaja berusia 18 tahun mengenakan senapan serbu.

Load More