News / Nasional
Minggu, 31 Mei 2026 | 11:50 WIB
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal bersama tokoh diplomasi rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/2/2026). [Dok. Biro Pers Istana]
Baca 10 detik
  • Dino Patti Djalal menyarankan Presiden Prabowo memaksimalkan forum internasional untuk bertemu delapan kepala negara guna efisiensi waktu serta biaya.
  • Presiden Prabowo sebelumnya sempat melewatkan kesempatan pertemuan bilateral dengan pemimpin Finlandia dan negara ASEAN di berbagai ajang internasional.
  • Penerapan formula 1+8 diharapkan menjadi strategi efektif bagi Presiden Prabowo dalam membangun diplomasi internasional saat menghadiri berbagai konferensi global.

Suara.com - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal menganjurkan Presiden Prabowo Subianto bertemu kepala negara lain saat menghadiri suaru forum internasional.

Menurut Dino, pemanfaatan forum internasional untuk bertemu kepala negara lain perlu dilakukan dalam upaya menghemat biaya dan waktu.

"Untuk menghemat biaya dan waktu, kami juga menganjurkan agar Presiden Prabowo dapat memanfaatkan kunjungan ke suatu forum internasional untuk bertemu kepala negara lain yang juga hadir," kata Dino dalam sarannya di video yang ia unggah di Instagram pribadi, dikutip Minggu (31/5/2026).

Mengemai forum internasional, Dino mengungkapkan ihwal ada keinginan dari kepala negara untuk bertemu Prabowo ketika di New York, namun tidak mendapatkan respons.

"Konon sewaktu menghadiri sidang PBB di New York tahun lalu, Presiden Finlandia Alexander Stubb yang merupakan pemimpin Barat yang paling progresif dan pidatonyapun banyak disorot, meminta waktu untuk bertemu dengan Presiden Prabowo di New York tapi tidak pernah direspons, entah kenapa," kata Dino.

Tidak hanya di New York, hal serupa terjadi dalam KTT ASEAN di Cebu, Filipuna, baru-baru ini.

"Dan dalam KTT ASEAN di Cebu, Filipina baru-baru ini, permintaan seorang kepala pemerintah negara ASEAN untuk mengadakan pertemuan bilateral juga tidak pernah direspons, entah juga kenapa," ujar Dino.

Mengenai langkah penghematan, Dino menyarankan Istana menerapkan formula 1+8 dalam menghadiri forum internasional, misalnya ke Davos, atau PBB di New York, atau ASEAN, atau G20 dan lain sebagainya.

"Sembari menyampaikan pidato Presiden juga bisa menerima atau bertemu paling tidak dengan delapan kepala negara lain yang juga hadir. Kenapa delapan? Karena nampaknya angka delapan adalah angka favorit Presiden yang juga dikenal sebagai 08," tutur Dino.

Baca Juga: 1 dari 6 Hari Habis di Luar Negeri, Prabowo Patut Tiru Gaya Xi Jinping Biar Lebih Hemat

Load More