Foto / News
Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:00 WIB
Ribuan jamaah haji dari berbagai negara berjalan pulang seusai melempar jumrah di Mina, Makkah, Arab Saudi, Rabu (28/5/2026) waktu setempat. [ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd]
Ribuan jamaah haji dari berbagai negara berjalan pulang seusai melempar jumrah di Mina, Makkah, Arab Saudi, Rabu (28/5/2026) waktu setempat. [ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd]
Ribuan jamaah haji dari berbagai negara berjalan pulang seusai melempar jumrah di Mina, Makkah, Arab Saudi, Rabu (28/5/2026) waktu setempat. [ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd]
Ribuan jamaah haji dari berbagai negara berjalan pulang seusai melempar jumrah di Mina, Makkah, Arab Saudi, Rabu (28/5/2026) waktu setempat. [ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd]
Ribuan jamaah haji dari berbagai negara berjalan pulang seusai melempar jumrah di Mina, Makkah, Arab Saudi, Rabu (28/5/2026) waktu setempat. [ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd]

Suara.com - Ribuan jamaah haji dari berbagai negara berjalan pulang seusai melempar jumrah di Mina, Makkah, Arab Saudi, Rabu (28/5/2026) waktu setempat. Para Jamaah haji berkumpul melempar jumrah dengan dua pilihan yakni Nafar Awal (11-12 Zulhijah) atau Nafar Tsani (11-13 Zulhijah).

Prosesi lempar jumrah dilakukan di Kompleks Jamarat, Mina, dengan melempar tujuh kerikil ke tiga titik jumrah yakni Ula, Wustha, dan Aqabah. Ritual tersebut menjadi bagian dari rangkaian ibadah Hari Tasyrik yang berlangsung hingga 13 Zulhijah.

Jamaah yang memilih Nafar Awal meninggalkan Mina pada 12 Zulhijah sebelum matahari terbenam, sedangkan jamaah Nafar Tsani melanjutkan mabit dan lempar jumrah hingga 13 Zulhijah. Pilihan tersebut disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan jamaah.

Pemerintah Arab Saudi menerapkan pengaturan jadwal lempar jumrah untuk mengurangi kepadatan dan risiko jamaah terpapar cuaca panas ekstrem. Petugas keamanan dan layanan haji juga disiagakan di jalur menuju Jamarat guna menjaga kelancaran arus jamaah. [ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd]

Load More