Indotnesia - Setelah menghadapi pandemi virus Covid-19, dunia kembali gempar dengan fenomena penyakit cacar monyet yang melanda sejumlah negara di dunia. Meski demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut vaksinasi massal cacar monyet tidak diperlukan.
Virus cacar monyet atau monkeypox menyerang penduduk di Eropa dan Amerika Serikat, yang membuat negara-negara itu melakukan evaluasi terkait suplai vaksin dan kemungkinan perawatan kesehatan.
Kepada Reuters, pejabat senior WHO sekaligus Kepala Tim Ancaman Patogen WHO Eropa, Richard Pebody, menyebutkan pasokan vaksin dan antivirus memang masih relatif terbatas.
Namun, dia menyebutkan wabah cacar monyet di luar Afrika tidak memerlukan vaksinasi massal. Menurutnya, langkah-langkah seperti menjaga kebersihan dan aktivitas seksual yang aman akan membantu mengendalikan penyebaran penyakit tersebut.
"Ini tentang perilaku seksual yang aman, kebersihan yang baik, rajin cuci tangan, maka kegiatan itu akan membantu menekan transmisi virus," katanya kepada Reuters awal pekan ini.
Pernyataan tersebut ia lontarkan setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS sedang merilis vaksin Jynneos untuk mengatasi kasus cacar monyet.
Pemerintah negara-negara di Eropa juga tengah merumuskan kebijakan guna menangani penyakit tersebut. Di Jerman, pemerintah sedang mempertimbangkan opsi untuk vaksinasi. Sementara pemerintah Inggris menawarkan peningkatan jumlah tenaga kesehatan.
Peabody menyebutkan ada banyak kasus yang tidak terdeteksi. Belum jelasnya penyebab melonjaknya kasus cacar monyet membuat banyak pihak khawatir, terlebih akan ada banyak acara yang berpotensi mengumpulkan massa digelar pada musim panas ini.
"Jadi, kami hanya melihat puncak dari gunung es," ujar Peabody.
"Saya nggak bilang agar orang-orang tidak menikmati waktu, tapi jangan datang ke acara-acara (dengan massa banyak)," imbuhnya.
Melansir The Washington Post, WHO memiliki stok vaksin cacar monyet sekitar 31 juta dosis. Sejauh ini penyebab masifnya penularan cacar monyet belum dapat diketahui, padahal masyarakat baru saja menghadapi pandemi virus corona.
Meski demikian, pejabat kesehatan menekankan virus cacar monyet bukanlah baru. Namun satu hal yang jadi pertanyaan, serentetan kasus terbaru menunjukkan banyak yang tidak terkait dengan riwayat perjalanan ke Afrika.
Penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus cacar monyet, yang merupakan anggota genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae. Virus ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak dekat dengan luka, cairan tubuh, droplet, dan benda yang terkontaminasi seperti tempat tidur.
WHO menjelaskan cacar monyet termasuk penyakit zoonosis yang utamanya terjadi di daerah hutan hujan tropis di Afrika Tengah dan Afrika Barat, dan menular ke wilayah lain.
Berita Terkait
-
DPM Perdokjasi Resmi Bekerja Sama dengan 13 Asuransi untuk Perkuat Penilaian Klaim
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Arti Warna 4 Level Nutrisi Minuman Tinggi Gula, Garam, dan Lemak: Ini Cara Bacanya!
-
Menkes Larang RS Tolak Pasien BPJS PBI Nonaktif, Singgung Reaktivasi
-
Menkes Budi Bongkar Jutaan Orang Kaya Nikmati Subsidi BPJS: Demi Keadilan Kita Hapus!
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Kredibilitas Jadi Kunci, Ini Alasan Memilih Pengembang Properti Tak Bisa Sembarangan