/
Rabu, 08 Juni 2022 | 17:25 WIB
Indotnesia/ Eko Junianto

Indotnesia - Yogyakarta adalah kota wisata yang tak pernah sepi dikunjungi oleh para wisatawan. Salah satu spot Jogja yang menjadi daya tarik adalah Alun-alun kidul.

Memiliki dua alun-alun di pusat kota, Alun-alun Kidul (Alkid) Yogyakarta lebih sering disambangi daripada Alun-alun Utara (Altar).

Di Alkid kita bisa menikmati berbagai macam kuliner, mulai dari tradisional sampai modern, dari makanan ringan hingga yang berat juga ada. Tak hanya kuliner, ada juga odong-odong yang bisa ajak kita berkeliling alun-alun. 

Dari semua itu, yang lebih menarik dari Alkid dan selalu bikin penasaran pengunjung adalah berjalan lurus di antara pohon beringin kembar dengan mata tertutup. Orang Jogja menyebut mitos beringin kembar ini sebagai tradisi Masangin.

Tradisi dan Mitos Masangin

Melansir dari laman Dinas Pariwisata Jogja, rupanya tradisi Masangin sudah ada sejak zaman dahulu. Awalnya Masangin dilakukan tiap malam 1 suro saat tradisi Topo Bisu dilakukan oleh para prajurit dan abdi dalem yang mengelilingi Benteng tanpa berkata sepatah kata.

Para prajurit dan abdi dalem yang melakukan tradisi mengenakan pakaian lengkap adat Jawa dan berbaris rapi. Ritual Topo Bisu dimulai dari halaman Keraton menuju pelataran alun-alun lalu melewati kedua beringin kembar itu dengan keyakinan untuk mencari berkah dan meminta perlindungan dari serangan musuh.

Berawal dari tradisi itu mitos Masangin berkembang. Siapa saja yang dapat melintasi pohon beringin kembar dengan mata tertutup, maka apa saja yang diinginkan akan terkabul.

Selain itu, mitos yang banyak berkembang ialah hanya orang-orang yang memiliki hati dan pikiran bersih serta suci yang dapat melewati beringin kembar. Lalu, benarkah hanya orang suci yang bisa melewatinya?

Pertanyaan tersebut belum ada yang mengklarifikasi. Akan tetapi, para prajurit Keraton biasa berlatih mengasah konsentrasi dengan berjalan lurus di tengah di antara dua beringin kembar. Tentu saja, ketika berkonsentrasi kita tidak boleh memikirkan macam-macam.

Walau terlihat mudah dan sederhana, pada kenyataannya banyak pengunjung yang gagal berjalan lurus ke depan ketika mencoba melewati pohon sakral ini.

Dengan menggunakan penutup mata yang disewakan di sekitar alun-alun, aksi pengunjung berjalan miring bahkan berbelok menjauhi beringin kembar masih kerap kita jumpai. Hal itu, bikin mitos Masangin masih dipercaya oleh masyarakat sekitar dan bikin penasaran wisatawan.

Tentu saja, adanya mitos beringin kembar ini boleh dipercaya dan bisa juga tidak. Namun tak bisa dipungkiri, Alun-alun Kidul jadi ikon Kota yang wajib dikunjungi saat ke Yogyakarta.

Load More