Indotnesia - Belum lama ini marak kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak. Menjelang Hari Raya Idul Adha, pemerintah berusaha menekan penyebaran virus tersebut dengan berbagai cara agar tak semakin meluas.
Meski termasuk virus yang cepat menular, daging hewan ternak terinfeksi PMK masih dapat dikonsumsi. Hal tersebut dinyatakan langsung oleh Menteri Pertanian (Menpan) Syahrul Yasin Limpo pada Rabu (15/6/2022) saat jumpa pers di kantor Kementerian Pertanian Jakarta.
“Daging hewan yang terkena PMK, masih aman dikonsumsi oleh manusia asal diolah dengan prosedur tertentu,” kata Syahrul, dikutip dari Suara.com.
Menurut pernyataan Menpan Syahrul, bagian hewan ternak yang tidak boleh dikonsumsi apabila positif terinfeksi PMK yaitu bagian kaki, bagian mulut seperti bibir dan lidah, dan organ dalam atau jeroan.
Selain itu, pada bagian daging lainnya dan susu hewan ternak masih aman untuk dikonsumsi selama dimasak dengan benar.
Dilansir dari akun resmi Instagram @kementerianpertanian, pengelolaan daging segar dan jeroan pada hewan ternak agar aman demi mencegah penyebaran virus PMK dapat dilakukan dengan sejumlah pedoman berikut:
1. Rebus daging selama 30 menit di air mendidih sebelum diolah.
2. Jika daging tidak langsung dimasak atau akan disimpan di freezer maka daging bersama kemasan disimpan terlebih dahulu pada suhu dingin, minimal 24 jam baru dimasukkan ke freezer.
3. Jika jeroan masih dalam keadaan mentah, rebus dalam air mendidih selama 30 menit sebelum disimpan ataupun diolah.
4. Rendam bekas kemasan daging dengan detergen atau pemutih pakaian atau cuka dapur untuk mencegah pencemaran virus ke lingkungan.
Meski tidak membahayakan manusia, daging dan susu hewan ternak terinfeksi PMK harus dimasak dengan benar. Dilansir dari Suara.com, tips penanganan produk hewan untuk industri adalah sebagai berikut:
1. Daging, pengalengan dilakukan dengan pemanasan hingga suhu internal minimal 70 derajat celcius selama 30 menit dan keringkan setelah penggaraman.
2. Susu, panaskan hingga suhu 132 derajat celcius minimal 1 detik (Ultra High Temperature atau UHT). Jika pH susu <70, panaskan minimal 72 derajat selama 15 detik (High Temperature Short Time atau HTST), sedangkan pH susu >70, proses HTST dilakukan dua kali.
3. Kulit, lakukan penggaraman yang mengandung Natrium Karbonat (Na2C03) 2% selama 28 hari.
4. Bulu babi (untuk kuas), rebus minimal 1 jam atau rendam minimal 24 jam dalam larutan formaldehida 1%.
Diketahui penyakit PMK menyerang hewan berkuku belah, diantaranya sapi, kerbau, babi, domba, dan kambing. Wabah virus yang menyebar ke sejumlah ternak di beberapa daerah, membuat pemerintah gencar melakukan pengawasan terutama menjelang Hari Raya Idul Adha.
Salah satu pengawasan yang dilakukan untuk menekan penyebaran penyakit PMK pada hewan ternak yaitu mengerahkan tim medis dan paramedis di wilayah wabah penyakit.
Tujuannya, tim medis dapat melakukan pendampingan pada peternak dan masyarakat untuk mengendalikan wabah dan pencegahan agar penyebaran tidak meluas.
Berita Terkait
-
Motor Listrik Yadea Tawarkan Subsidi 10 Juta di Jakarta Fair 2026
-
Wuling Pamerkan Mobil Bertema Disney di Jakarta Fair 2026
-
Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
Gak Pakai Ribet! Di Jakarta Fair 2026 Bisa Belanja Sambil Bayar Pajak Kendaraan
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Alwi Farhan Merasa Lega Berhasil Juara Australian Open 2026
-
Akui Keunggulan Ganda China, Sabar/Reza Harus Puas Finis Runner-up Australian Open 2026
-
Harga Minyak Dunia Diprediksi Segera Turun, Goldman Sachs Ungkap Alasannya
-
Rumor Panas FIFA ASEAN Cup 2026: Pakistan Bantah Kabar Ikut Serta di Indonesia
-
Dokumen Bermasalah, Perjalanan Uruguay ke AS untuk Piala Dunia 2026 Tertunda
-
Mengenali Sisi Maritim Indonesia di Buku Sejarah Laut Sulawesi Abad XIX
-
Mexico City Semarakkan Piala Dunia 2026 Lewat Parade Budaya Raksasa
-
AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata, Donald Trump: Biarkan Minyak Mengalir!
-
Terpopuler: Cara Beli Paket Piala Dunia 2026 di FolaPlay, Tablet Rp2 Jutaan Terbaik
-
Jepang Tak Lagi Pendek: Evolusi Fisik Samurai Biru Terbukti di Piala Dunia 2026