Indotnesia - Pemerintah Sri Lanka secara resmi pada Kamis (23/6/2022) menyatakan bahwa negaranya mengalami kebangkrutan. Gejolak ekonomi dan hutang negara yang menumpuk, membuat wilayah yang terletak di Asia Selatan itu pailit.
Kondisi negara dengan penduduk sekitar 22 juta itu disebut terjadi akibat dari buntut panjang masalah ekonomi sejak 1970-an. Warga kelas menengah yang mendominasi populasi penduduk di Sri Lanka, membuat uang guna membeli bahan bakar makin sedikit.
Melihat dari apa yang terjadi di Sri Lanka, lantas sebenarnya bagaimana sebuah negara bisa bangkrut? Simak penjelasannya.
Penyebab negara bisa bangkrut
Dilansir dari Suara.com, sejumlah ekonom berpendapat bahwa untuk mengukur negara bisa dikatakan bangkrut dapat dilihat dari kemampuannya dalam membayar utang.
Utang negara yang tidak bisa dibayar sama sekali, jadi tanda utama bahwa negara tersebut mengalami kebangkrutan. Hal tersebut juga berpengaruh pada iklim politik yang akan semakin memanas akibat krisis ekonomi.
Sebuah negara akan semakin pailit ketika memiliki banyak utang sekaligus dibarengi dengan melemahnya nilai tukar mata uang.
Selain itu, negara dapat dinyatakan bangkrut ketika tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Mulai dari komoditas seperti bahan bakar minyak hingga kebutuhan pangan.
Diketahui, penduduk Sri Lanka mengalami kekurangan makanan, bahan bakar, dan listrik. Bahkan, negara yang berada dekat dengan India tersebut juga terpaksa membatalkan ujian untuk seluruh jenjang sekolah lantaran tak dapat mengimpor kertas.
Baca Juga: Bertemu Perwakilan Negara, JK Ungkap Bakal Kirim Bantuan Untuk Korban Banjir Afganistan
Selain hutang dan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar penduduk sebuah negara, ancaman kebangkrutan juga bisa terjadi ketika negara ketergantungan sekaligus sangat mengandalkan komoditas global.
Ketika pasar global mengalami krisis, negara yang bergantung pada pada komoditas global tidak dapat memenuhi stok kebutuhannya hingga akhirnya mengalami kelangkaan. Hal itu akan sangat memengaruhi pembengkakan anggaran belanja negara.
Cara negara mengatasi kebangkrutan
Meski negara mengalami kebangkrutan, pemerintahan masih tetap berjalan. Maka dari itu, negara yang bangkrut tetap dapat pulih dengan melakukan berbagai upaya.
Berkaca dari Sri Lanka, pemerintah melakukan pemulihan ekonomi negara itu dengan mencari bantuan dari donor internasional untuk menyuntikkan ‘dana darurat’.
Situasi kebangkrutan negara dengan adanya sejumlah kelangkaan kebutuhan dasar juga dapat diatasi dengan mengajukan bantuan kepada International Monetary Fund (IMF).
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi
-
Spesifikasi POCO C81 Pro: HP Murah Sejutaan Layar Luas dengan Penyimpanan UFS 2.2
-
Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya
-
Marc Klok Persilakan Bobotoh Hadir, Jakmania Layangkan Protes Keras ke Erick Thohir
-
Tak Perlu Brand Luar! Ini 5 Sepatu Lokal Paling Ikonik yang Wajib Ada di Rak Anda
-
4 Padu Padan OOTD Outerwear ala Seonghyeon CORTIS, Buat Look Makin Chill
-
Persija Punya Modal Berharga Buat Bongkar Pertahanan Persib Bandung
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Donald Trump Serang FIFA: Harga Tiket Piala Dunia 2026 Kemahalan!
-
VIDA Luncurkan ID FraudShield, Teknologi AI untuk Deteksi Penipuan Identitas dan Deepfake