/
Selasa, 28 Juni 2022 | 10:59 WIB
Freepik/DCStudio

Indotnesia - Artis Marshanda dikabarkan hilang di Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada Senin (27/6/2022). Demikian keterangan dari unggahan Sheila Salsabia di story Instagram tentang hilangnya pemain sinetron Bidadari tersebut.

Lewat unggahan tersebut, ia mengungkap saat ini sahabatnya itu sedang dalam kondisi tidak baik karena gangguan bipolar yang sedang kambuh. Ramai jadi perbincangan warganet, gangguan bipolar atau dikenal bipolar disorder merupakan salah satu penyakit yang membutuhkan pengobatan ahli dengan tepat. 

Oleh karena itu, penangannya juga terbilang membutuhkan waktu cukup lama. Lalu, apa itu bipolar disorder yang sedang diderita Marshanda dan bagaimana penangannya?

Mengenal Bipolar Disorder

Dilansir dari American Psychiatric Association bipolar disorder adalah gangguan otak yang menyebabkan perubahan suasana hati, energi, dan kemampuan fungsi tubuh. Seseorang yang menderita gangguan ini memiliki keadaan emosional yang cepat berubah tak menentu selama periode hari atau minggu disebut mood episodes.

Mood episodes dikategorikan sebagai manik/hipomanik yang secara tidak wajar dapat dengan cepat memiliki perasaan hati senang lalu marah atau sebaliknya. Selain itu, penderita juga bisa dengan tiba-tiba memiliki perasaan depresif atau suasana hati sedih yang ekstrem.

Gangguan ini dapat membuat penderita memiliki perubahan perilaku ekstrem hingga kesulitan dalam berinteraksi sosial. Hal tersebut juga memengaruhi hubungan seseorang dengan orang yang dicintai sekaligus menyebabkan kesulitan dalam bekerja atau pergi sekolah.

Saat seseorang menderita gangguan bipolar, terdapat tiga diagnosis yang dibagi dalam kategori bipolar I, bipolar II, dan gangguan siklotimik.

Seseorang didiagnosis memiliki gangguan bipolar ketika mengalami episode manik, yaitu mengalami peningkatan energi secara ekstrim dan kemungkinan merasakan ketidaknyamanan dalam suasana hati. 

Baca Juga: Memahami Cerebral Palsy, Penyakit yang Disebut Bisa Membaik dengan Ganja

Selain itu, sejumlah penderita juga dapat mengalami episode depresi atau hipomanik. Meski begitu, kebanyakan orang dengan gangguan bipolar ini juga bisa memiliki periode suasaba hati netral.

Gejala Bipolar 

Ketika mengalami episode manik, penderita dengan diagnosis bipolar akan mengalami sejumlah gejala berikut ini:

- Merasa energik, meski kebutuhan tidur lebih sedikit dari biasanya.

- Kemampuan berbicara meningkat atau lebih cepat  layaknya sedang berpidato.

- Pikiran tidak terkendali, memiliki ide atau topik yang berubah dengan cepat saat berbicara.

Load More