Indotnesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan cacar monyet atau monkeypox sebagai kondisi darurat kesehatan global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) pada Sabtu (23/7/2022) seiring meningkatnya penyebaran wabah virus di sejumlah negara.
“Saya telah memutuskan bahwa wabah cacar monyet global merupakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional,” tulis akun Twitter resmi WHO pada Sabtu (23/7/2022).
Virus cacar monyet mulai jadi perhatian publik setelah adanya laporan sejumlah kasus orang terinfeksi yang merebak di beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat pada Mei 2022.
Berdasarkan laporan yang didapatkan WHO, setidaknya hingga kini ada sekitar 16 ribu orang terinfeksi cacar monyet di 75 negara dan 5 kasus meninggal dunia.
Berikut 3 fakta seputar cacar monyet yang perlu kamu ketahui untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penularan antar negara dari virus tersebut:
1. Status PHEIC
Menurut International Health Regulation (IHR), suatu penyakit bisa ditetapkan sebagai kondisi darurat kesehatan global jika telah memenuhi 4 aspek, yaitu termasuk kejadian luar biasa, menimbulkan risiko kesehatan masyarakat karena penularan antar bangsa, dideklarasikan secara formal oleh WHO, dan memerlukan kondisi penanganan secara internasional.
Meski telah ditetapkan sebagai darurat kesehatan global, virus tersebut belum tentu dinyatakan pandemi seperti halnya Ebola dan Polio karena status darurat kesehatan itu ditujukan terhadap penyakit yang menyebar.
2. WHO tetapkan 4 kelompok risiko penularan
Baca Juga: 219 Orang di Dunia Terkena Cacar Monyet, Paling Banyak Diderita Pria Muda
Untuk meminimalisir penularan cacar monyet, WHO membagi sejumlah negara ke dalam empat kelompok sesuai kategori terhadap kasus penyakit tersebut, yakni:
- Kelompok pertama, negara yang belum melaporkan adanya kasus selama lebih dari 21 hari;
- Kelompok kedua, negara yang telah melaporkan adanya kasus orang terinfeksi melalui penularan antar manusia;
- Kelompok ketiga, negara yang melaporkan adanya penularan virus dari hewan ke manusia;
- Kelompok keempat, negara yang memiliki kapasitas dan kemampuan dalam memproduksi vaksin serta memfasilitasi terapi bagi penderita cacar monyet.
3. Memiliki gejala yang berbeda dari kasus sebelumnya
Tag
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
Terkini
-
Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif
-
IRGC Iran: Operasi Pembalasan ke Amerika Akan Terus Berlanjut
-
Prabowo Harus Turun Tangan! Minta KPK Ambil Alih Kasus Febrie Demi Selamatkan Sistem Hukum
-
Drakor Agent Kim Reactivated Ungkap Pakai AI untuk Adegan Misi Korea Utara
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Perjuangan Swiss yang Dikhianati Pemainnya Sendiri
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
3 Lawan 1! Laga Belum Dimulai Suporter Inggris dan Argentina Baku Hantam
-
Rejo Andoyo: Pahlawan Senyap Penjaga Listrik Mandiri di Desa Kedungrong Kulon Progo DIY
-
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
-
5 Tips Ampuh Memulai Percakapan Saat MPLS, Dijamin Gak Bakal Canggung!