Indotnesia - Kalurahan Parangtritis di Bantul, Yogyakarta, mengajukan permohonan pungutan restribusi di kawasan Pantai Parangtritis pada malam hari.
Kini, Pemerintah Kabupaten Bantul akan mengkaji kembali permihonan tersebut. Kepala Dinas Pariwisara Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan pemkab tidak keberatan niatan Kalurahan Parangtritis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bantul.
"Kami perlu mengkaji dulu, Pemkab Bantul sudah merespon dan secara prinsip tidak keberatan, rencana kerjasama tersebut memungkinkan," ujarnya, seperti dikutip dari suarajogja.id.
Dinas Pariwisata Bantul akan mempersiapkan draft terkait aspek risiko, perhitungan, dan tata cara. Sementara, Organisasi Perangkat Desa (OPD) menyusun roadmap dan rencana bisnisnya.
"Kami akan menyusun konsepnya, setelah jadi akan dikonsultasikan terkait manajemen resiko dengan inspektorat," ujar Kwintarto.
Menurutnya, rencana kerja sama Kalurahan Parangtritis dan Pemerintah Kabupaten Bantul dalam memungut retribusi malam hari itu dapat memberikan keuntungan dan kemanfaatan.
Selain itu, aspek pelayanan juga akan membaik. Meski demikian, masih perlu dilakukan uji coba untuk melihat efektifitasnya. Rencananya, uji coba akan dimulai pada tahun depan.
"Di pariwisata itu harus supel, ramah, melayani pengunjung harus dengan cara-cara yang baik. Itu yang kami diskusikan dengan desa," tuturnya.
Tiket restribusi kawasan Pantai Parangtritis saat ini sebesar Rp9.750 untuk sekali masuk per orang.
Baca Juga: Profil Windah Basudara, Publik Figur yang Disebut Cocok Jadi Menkominfo oleh Pendemo
Pada hari libur, sebanyak lebih dari 20.000 orang memadati objek wisata Pantai Parangtritis. Misalnya pada libur Hari Raya Waisak, pada Minggu (15/5/2022), tercatat ada 22.600 orang menyambangi pantai selatan itu.
Kwintarto mengatakan sistem perhitungan dan pembagian hasil restribusi harus direncanakan dengan matang, apalagi sektor pariwisata bergantung dengan tren dan musim.
"Pariwisata itu kan tergantung tren dan musim. Artinya harus kita perhitungkan bagi hasilnya, sistemnya harus diperhitungkan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
Terkini
-
UMK Jember Tembus 3 Juta, Sudahkah Memenuhi Realitas Hidup Buruh?
-
Bedah Isi Garasi Liliek Prisbawono, Hakim MK Baru Pengganti Anwar Usman, Tak Sampai Rp1 Miliar
-
REDMI Pad 2 SE Bocor Jelang Rilis April 2026, Layar 2K, Baterai 7600mAh
-
7 HP Redmi Kamera Resolusi Tinggi sampai 200 MP, Pilih Terbaik di 2026
-
Travel Look Goals! 4 OOTD ala Hwang Min Hyun yang Simpel dan Stylish
-
Kementerian LH Beber Rapor Merah Pengelolaan Sampah di Lampung
-
Peran Terbaik Laura Basuki! Menguak Sisi Gelap Sumba di Balik Film Yohanna
-
Intip Kekayaan Bupati Tulungagung Gatut Sunu yang Kena OTT KPK, Ada 21 Tanah dan 17 Kendaraan
-
Kekayaan Wakil Bupati Tulungagung, Sosok Pengganti Bupati Gatut Sunu?
-
Ancaman El Nino Mengintai Lampung: Saatnya Berburu "Harta Karun" Air di Balik Kekeringan