Indotnesia - Penyakit diabetes telah menyebabkan kematian prematur di seluruh dunia. Diabetes juga menjadi utama kebutaan, penyakit jantung, dan gagal ginjal.
Menurut Organisasi International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan ada 463 juta orang usia 20-79 tahun menderita diabetes pada 2019.
Sementara, Indonesia menempati posisi ketiga di Asia Tenggara dengan prevalensi penderita diabetes sekitar 11,3% terhadap jumlah penduduk.
Diabetes tipe 2 paling banyak diderita oleh pasien diabetes atau kencing manis. Penyakit ini disebabkan kenaikan gula darah karena penurunan sekresi insulin yang rendah oleh kelenjar pankreas.
Namun, kamu bisa menurunkan risiko diabetes tipe 2 bisa dilakukan dengan cara mudah, salah satunya dengan berjalan kaki.
Melansir Medical News Today, kita mengenal rekomendasi olahraga selama 150 menit setiap pekan. Lalu, ada juga sebuah penelitian pada 2009 menyebutkan berjalan 20 menit setelah makan bisa mengurangi lonjakan gula dalam darah.
Namun, meta-analisis baru dari Sports Medicine menemukan berjalan kaki sekitar 2-5 menit setelah makan dapat membantu memperlancar kadar glukosa postprandial (kadar gula setelah makan).
Peneliti menganalisis hasil dari 7 penelitian yang mengeksplorasi mana yang lebih bermanfaat dari duduk, berdiri, dan berjalan ringan, terhadap gula darah, insulin, dan tekanan darah sistolik.
Analisis tersebut menemukan bahkan berdiri saja lebih baik dalam mengurangi gula darah ketimbang duduk setelah makan. Meskipun manfaat paling nyata adalah berjalan kaki.
Baca Juga: Komnas Perempuan: Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Ibu P Perlu Diperdalam Lagi
Dr. Euan Ashley dari Universitas Stanford, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahkan sedikit bergerak lebih baik daripada tidak sama sekali,
“Itu menunjukkan bahwa lebih banyak lebih baik. Jadi berjalan ringan lebih baik daripada hanya berdiri,” tuturnya kepada Medical News Today.
Dia mengatakan jalan cepat lebih baik ketimbang berjalan kaki santai dan olahraga 150 menit per minggu harus tetap dilakukan.
“Dan 150 menit berolahraga level sedang hingga berat setiap minggunya tetap direkomendasikan, dan kebanyakan dari kita gagal melakukannya,” imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur
-
Motor Hantam Lubang di OKU Timur Berujung Maut, Ditabrak Mobil Kabur: Ini 5 Fakta Tragisnya
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mobil Hangus Terbakar di Perumahan Kota Bunga Cipanas, Api Diduga dari Gardu Listrik
-
Update Arus Lebaran 2026: Kemacetan Mengular dari Cikaledong hingga Cagak Nagreg Malam Ini
-
Bukan Cuma Zoro! 8 Karakter Anime yang Pernah Dihidupkan Mackenyu Arata
-
Duduk Perkara Oknum Wartawan Peras Kepala Lapas Pekanbaru, Akhirnya Ditangkap
-
Antrean BBM Panjang di Pontianak, Warga Sudah Resah: Benarkah Tidak Langka?
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
Nyawa Ibu dan Bayi Taruhannya, Polisi di Bogor Buka Jalan di Tengah Lautan Kendaraan Lebaran