Indotnesia - Meski laporan dugaan pelecehan seksual terhadap istri mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, sudah dihentikan, Komnas Perempuan memiliki pemikiran berbeda.
Komisioner Komnas Perempuan Theresia Iswarini menilai pelecehan seksual yang kemungkinan terjadi di Magelang itu masih perlu diperdalam.
“Kami berpendapat bahwa dugaan peristiwa kekerasan seksual terhadap ibu P (Putri) masih perlu diperdalam, termasuk informasi kemungkinan peristiwa di Magelang," ujarnya seperti dikutip dari Suara.com. Selasa (16/8/2022).
Meski demikian, pendalaman kasus ini mesti memperhatikan kondisi kesehatan Putri, sesuai dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).
Dia mengimbau agar semua pihak tidak berspekulasi dan mengeluarkan tuduhan-tuduhan yang dapat membuat Putri bungkam.
Menurutnya, bungkamnya istri Ferdy Sambo itu tentu saja bisa menghalangi upaya pengungkapkan peristiwa yang sesungguhnya terjadi.
“Komnas Perempuan juga mendorong penanganan pemulihan Ibu P dilakukan oleh Tim yang komprehensif, yang terdiri dari psikiater, psikolog klinis dan tenaga kesehatan," kata Theresia.
Sementara itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM mengaku kesulitan memeriksa Putri, yang saat ini kondisi psikologisnya belum stabil.
Pada Senin (15/8/2022) sekitar pukul 17.15 WIB, Putri mendatangi Gedung Bareskrim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dia terlihat memegang erat tangan seorang perempuan, yang diyakini sebagai salah satu kuasa hukumnya.
Baca Juga: Promo Kemerdekaan, Transfer Antarbank Pakai BI Fast Cuma Rp77
Untuk memeriksa Putri lebih jauh, Komnas HAM menggunakan psikolog independen untuk memberikan masukan terkait kondisi mentalnya.
“Kami menggandeng ahli (psikolog independen) untuk kemudian melihat dan juga membantu Komnas HAM dalam proses permintaan keterangan ibu Putri,” tutur Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas
-
5 Tablet Murah di Bawah Rp2 Juta yang Anti Lag buat Multitasking Harian
-
Wali Kota Makassar Tolak Pengadaan Kendaraan Dinas Baru
-
Napi Korupsi Ngopi di Kendari Viral, Ini 7 Fakta Supriadi Eks Syahbandar Kolaka
-
Kerja Sama PSSI dan FFF, Timnas Putri Indonesia U-17 akan Ditempa di Prancis
-
Viral Ibu-Ibu Labrak Selingkuhan Suami, Paksa Keluar Mobil hingga Tersungkur ke Aspal
-
OJK Jawa Tengah Konsolidasikan BPR, Target Industri Lebih Sehat dan Efisien
-
Tegang! Upaya Eksekusi Rumah Dinas TNI di Slipi Diwarnai Adu Mulut, Warga Minta Prabowo Turun Tangan
-
Bukan Sekadar April Mop, Harga Plastik Melejit hingga 50 Persen: Sanggupkah UMKM Kita Bertahan?
-
Drama Pro Bono: Tentang Keadilan yang Terasa Mahal bagi Orang Kecil