/
Jum'at, 16 September 2022 | 14:26 WIB
Ilustrasi penggunaan kompor listrik. (Freepik)

Indotnesia - Tahun ini pemerintah akan melancarkan aksinya mengkonversi kompor gas elpiji 3 kilogram ke kompor listrik induksi. PT PLN Persero pun telah menyiapkan paket kompor listrik yang akan dibagikan kepada masyarakat secara gratis.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  telah menggencarkan penggunaan kompor jenis ini, namun hanya pada kalangan kelas menengah saja. Tujuannya untuk mempertahankan ketahanan energi dan pemanfaatan energi listrik nasional yang memiliki kapasitas besar.

Kompor listrik induksi adalah kompor yang tidak menggunakan api untuk proses memasak, melainkan memanfaatkan reaksi elektromagnetik yang dialirkan langsung ke alat masak. Kompor ini juga lebih simpel karena memasak hanya perlu memencet tombol.

Berbeda dengan kompor gas, kompor listrik induksi menggunakan listrik sebagai sumber dayanya. Kompor induksi juga berbeda dengan kompor listrik biasa yang menggunakan elemen konduktor sebagai penghantar panasnya.

Namun, sebelum beralih dari kompor gas simak dulu kelebihan dan kekurangan kompor listrik induksi.

Kelebihan

1. Lebih simpel

Menggunakan kompor listrik tak perlu ribet mengganti dan memasang tabung gas elpiji lagi. Kalian hanya perlu memencet tombol untuk menyalakan dan mengatur suhunya.

2. Lebih efektif

Baca Juga: 5 Perbedaan Kompor Induksi dengan Kompor Gas, Benarkah Lebih Hemat?

Panas yang dihantarkan oleh kompor listrik induksi disebut lebih cepat dan juga merata dibandingkan dengan kompor gas. Oleh karena itu proses memasak jadi lebih cepat.

3. Lebih ramah lingkungan karena minim emisi.

4.  Memiliki banyak fitur pelengkap 

Kompor listrik memang didesain lebih canggih dari kompor gas, dengan beberapa fitur yang telah disediakan seperti pengatur suhu panas, pengatur waktu, automatic safety ahut-off dan masih banyak lagi.

Kekurangan

1. Harga kompor cenderung mahal

Load More