/
Minggu, 18 September 2022 | 15:55 WIB
Ilustrasi minum air dingin. (Freepik/ jcomp)

Indotnesia - Sejumlah mitos yang berkaitan dengan menstruasi kerap membuat para wanita merasa khawatir. Salah satu yang paling sering terdengar adalah larangan minum air dingin saat haid. Sebenarnya boleh atau tidak?

Haid atau menstruasi adalah siklus bulanan yang dialami oleh tiap wanita di usia produktifnya. Saat datang bulan terjadi perubahan fisiologis pada tubuh wanita yaitu proses luruhnya dinding rahim karena tak ada pembuahan.

Wanita yang sedang menstruasi akan merasakan gejala-gejala seperti nyeri perut, pusing, hingga perubahan mood. Karena itu, untuk mempertahankan kondisi tubuh yang sedang sensitif, muncul sejumlah pantangan yang tidak boleh dilakukan seseorang yang sedang datang bulan. 

Seperti minum air dingin saat datang bulan akan membuat darah yang keluar berhenti. Hingga saat ini, ada wanita yang percaya dan ada pula yang tidak. Lalu, kira-kira hal itu benar atau tidak ya?

Menurut UNICEF, larangan minum air es saat datang bulan karena akan menyebabkan siklus periode berhenti adalah mitos. Faktanya, air dingin tidak memiliki dampak pada siklus menstruasi.

Haid berkaitan dengan sistem reproduksi, sedangkan makan atau minum berkaitan dengan sistem pencernaan dan itu menjadi hal yang terpisah. Jadi, makan atau minum air dingin saat haid tidak berisiko menghentikan darah haid atau menggumpalkannya. 

Sementara menstruasi dipengaruhi oleh beberapa hormon, speerti hormon  estrogen, rogesteron, LH (luteinizing hormone), FSH (folicle stimulating hormone), dan GnRH (gonadotropin relasing hormone). Jika hormon-hormon tersebut mengalami gangguan atau tidak seimbang, maka dapat mengganggu siklus datang bulan.

Kondisi fisik dan mental juga berpengaruh besar terhadap periode menstruasi ini. Beberapa wanita yang mengalami keterlambatan siklus bisa disebabkan atas faktor kelelahan, stres, atau sakit.

Baca Juga: Penyedia Layanan Pembayaran dan Perbankan Kripto AMDG Terdaftar di Digifinex

Load More