Indotnesia - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi mengkritisi kebijakan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim terkait sistem pembelajaran di TK dan PAUD.
Melalui cuplikan video yang dibagikannya melalui akun media sosial pribadinya @dedeyusuf66, Dede Yusuf menyampaikan tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh anak usia 5-6 tahun.
“Yang berikutnya Mas Menteri, ini masalah soal Taman Kanak-kanak (TK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menuju sekolah dasar (SD). SD itu antara 6 sampai 7 tahun. Antara 3 sampai 5 tahun itu mestinya adalah masa-masa yang disebut golden period,” ungkat Dede kepada Pak Nadiem.
Menurutnya, masa-masa tersebut seharusnya digunakan oleh anak seumuran itu untuk bermain. Selain itu, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat juga menyorot terkait pelajaran baca-tulis-hitung (calistung) yang diterapkan di pendidikan pra-SD.
“Mestinya mereka bermain, mengenal dunia sosial, mengenal keluarga dan sebagainya, tapi dipaksa calistung. Karena SD-nya syaratnya itu adalah calistung,” lanjutnya.
Karena itu, Dede meminta agar Menteri Mendikbudristek meninjau kembali kembali terkait kebijakan tersebut. Menurutnya, di berbagai negara pelajaran calistung baru diterapkan di sekolah dasar.
“Ini mohon tolong ditinjau Mas Menteri. Karena kita paham di berbagai negara itu calistung baru dikenalkan di SD,” imbuhnya.
“Di Kindergarten, di playgroup, di TK, dan di PAUD itu mestinya mereka bermain, mereka happy, mereka senang, mereka bernyanyi, dan jangan terbebankan dengan calistung,” terangnya.
Taman Kanak-kanak atau TK adalah adalah jenjang pendidikan formal untuk anak usia dini atau sekitar 6 tahun ke bawah. Di TK, anak-anak diberikan pelajaran atau kurikulum yang memberikan rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.
Baca Juga: Kenalan sama Bacuya Yuk, Maskot Piala Dunia U-20 2023 yang Resmi Rilis
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Profil Ze Pedro, Eks Benfica dan Portugal yang Latih Timor Leste Lawan Timnas Indonesia
-
2 Varian Sunscreen Anessa untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Bisa Mengurangi Flek Hitam
-
Dulu Janji di Depan KPK Tak Mau Korupsi, Bupati Pemalang Anom Malah Kena OTT
-
Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
-
Rawan Ambles, Jalur Kereta Api di Dekat Lumpur Lapindo akan Dialihkan
-
Cukur Kamboja 5-1, Timnas Indonesia Belum Aman: Skenario Lolos Semifinal Piala AFF 2026 Masih Rumit
-
Jufri Rahman: Wastra Sulsel Terus Dikembangkan Agar Berdaya Saing
-
Profil Hendi Prio Santoso: Dari Dirut PGN, MIND ID Hingga Resmi Jadi Koruptor
-
Daftar Harga Mobil Listrik BYD 2026: Cek Budget Kamu Mulai Rp199 Juta Sampai Rp750 Juta
-
Emas 1 Kg hingga Bisnis SPBE: Upeti Mewah Moch Mahrus demi Menguras Dana Hibah Jatim