Indotnesia - Jurnal Psychological Science Durham University mempublikasikan hasil studi terbaru terkait kebiasaan anak kecil yang tidak menyukai sayur ternyata dapat terjadi bahkan sebelum mereka lahir.
Studi yang dilakukan di timur laut Inggris dengan mengamati janin sehat dari 100 wanita berusia antara 18 dan 40 tahun yang hamil antara 32 dan 36 minggu itu mencoba untuk menunjukkan bahwa bayi dapat merasakan dan mencium di dalam rahim.
Dari hasil studi yang dipublikasikan pada Rabu (21/9/2022) tersebut menunjukkan bahwa USG 4D bayi dalam kandungan dapat merasakan makanan yang dikonsumsi oleh sang ibu.
Dalam eksperimen itu, terlihat janin menunjukkan ekspresi tersenyum senang saat terpapar rasa wortel yang dikonsumsi oleh sang ibu. Sedangkan respon ‘wajah menangis’ atau ekspresi tidak senang justru ditunjukkan saat ia terpapar kale yang dikonsumsi oleh ibunya.
“Temuan menunjukkan bahwa janin dalam 3 bulan terakhir kehamilan cukup matang untuk membedakan rasa yang berbeda yang ditransfer dari makanan ibu,” ungkap ketua penelitian Beyza Ustun, dilansir dari CNN pada Kamis (22/9/2022).
Temuan terbaru para ilmuwan dari Durham University tentang bagaimana indera perasa dan penciuman dapat berkembang itu diyakini bahwa ibu hamil bisa memengaruhi preferensi selera anak-anak dan membantu mereka dalam membentuk kebiasaan makanan sehat.
Hasil studi tersebut juga menunjukkan bahwa janin diperkirakan dapat mengenali rasa dengan cara menghirup dan menelan cairan ketuban rahim, sehingga bisa bereaksi terhadap makanan yang dikonsumsi oleh ibunya.
Lewat penelitian itu, para ilmuwan percaya jika preferensi anak-anak untuk tidak menyukai sayur dapat diubah atau dihindari dengan pola makanan sehat yang dikonsumsi oleh ibunya ketika mereka berada dalam kandungan.
“Kita tahu bahwa memiliki pola makan yang sehat selama kehamilan sangat penting untuk kesehatan anak-anak. Dan bukti kami dapat membantu untuk memahami bahwa menyesuaikan pola makan ibu dapat mempromosikan kebiasaan makan yang sehat untuk anak-anak.” jelas Beyza.
Baca Juga: Viral di Twitter Pro-Kontra Gaji 6 Juta untuk Hidup, Begini Cara Mengelolanya dengan Tepat
Tag
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Pembukaan Piala Dunia 2026 Makan Korban Jiwa: Satu Suporter Meninggal Dunia
-
Di Balik Megahnya Piala Dunia 2026: Buruh Jahit Bola Trionda Cuma Diupah Rp18 Ribu
-
Hasil Meksiko vs Afsel: Julian Quinones Pencetak Gol Pertama Piala Dunia 2026
-
Demo Anti Piala Dunia Memanas, Pendemo Berbaju Hitam-hitam Serang Suporter
-
Australia Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia U-19, Erick Thohir Singgung Soal Kualitas
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Kamu Harus Tahu! 7 Aturan Baru Piala Dunia 2026: VAR Kini Lebih Berkuasa
-
Siapa Wasit Laga Pembuka Piala Dunia 2026? Sosok Kontroversial dari Brasil
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Detik-detik Pembukaan Piala Dunia 2026: 80.000 Suporter Padati Stadion Azteca