Bola / Bola Dunia
Jum'at, 12 Juni 2026 | 03:26 WIB
Kota ini memproduksi sekitar 70 persen bola sepak dunia, termasuk bola resmi untuk Piala Dunia yang digunakan sejak 1982. [@rubabbx]
Baca 10 detik
  • Kota Sialkot di Pakistan memproduksi 70 persen bola dunia, termasuk bola resmi Piala Dunia sejak tahun 1982.
  • Produsen lokal Forward Sports memproduksi bola Trionda berteknologi mutakhir untuk kebutuhan Piala Dunia 2026 dengan standar FIFA.
  • Industri bola di Sialkot menghasilkan 40 juta unit setiap tahun melalui proses perakitan terampil dan teknologi termo canggih.

Suara.com - Di balik gemerlap Piala Dunia 2026, ada peran besar dari sebuah kota di Sialkot, Pakistan.

Kota ini memproduksi sekitar 70 persen bola sepak dunia, termasuk bola resmi untuk Piala Dunia yang digunakan sejak 1982.

Industri ini berawal lebih dari satu abad lalu, ketika warga lokal mulai memperbaiki bola sebagai hobi.

Kini, Sialkot berkembang menjadi pusat manufaktur global dengan produksi mencapai sekitar 40 juta bola setiap tahun.

Sebagian besar bola masih dibuat dengan teknik jahit tangan.

Para pekerja terampil membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menguasai keahlian ini dan rata-rata mampu menyelesaikan empat bola per hari.

Dikutip dari sejumlah sumber termasuk laporan dari The Guardian, para pekerja di kota ini mendapat bayaran USD 1–2 per hari, tergantung jumlah bola yang diselesaikan.

Bola resmi Piala Dunia 2026, Trionda, diprediksi membawa perubahan signifikan dalam permainan. [Istimewa]

Menurut Forward Sports, produsen bola resmi Piala Dunia 2026 untuk Adidas, tahun ini menjadi produksi terbesar dalam sejarah mereka.

Bola edisi terbaru bernama Trionda dirancang dengan standar tinggi dan teknologi mutakhir.

Baca Juga: Hasil Meksiko vs Afsel: Julian Quinones Pencetak Gol Pertama Piala Dunia 2026

Pembuatan bola Piala Dunia tidak bisa sembarangan.

Proses riset dan pengembangan memakan waktu hingga tiga hingga empat tahun, dengan berbagai pengujian ketat untuk memastikan kualitas sesuai standar FIFA.

“Skala produksinya benar-benar mencengangkan. Sekitar 300 ribu bola meninggalkan pabrik setiap hari,” ujar fotografer Stefan Bohrer seperti dikutip dari NY Post.

Ia menambahkan bahwa setiap bola memiliki perjalanan unik, dari lapangan jalanan hingga panggung Piala Dunia.

Teknologi termo sering digunakan agar bola tahan air dan memiliki bobot konsisten di berbagai kondisi cuaca.

Selain itu, setiap detail, mulai dari bentuk, warna, hingga jahitan, harus presisi sempurna sebelum digunakan di pertandingan resmi.

Meski hanya sebagian kecil yang menjadi bola pertandingan resmi, mayoritas produksi digunakan untuk latihan dan pasar global.

Permintaan melonjak signifikan saat Piala Dunia, termasuk dari berbagai merek dan perusahaan yang ingin mencetak logo mereka di bola.

Namun, industri ini juga menghadapi tantangan dari produsen lain, terutama dari China, yang mampu memproduksi bola dengan biaya lebih murah.

Load More