Indotnesia - Departemen Makanan dan Kebersihan Lingkungan, Center for Food Safety (CFS) menemukan kandungan pestisida etilen oksida dalam produk mi instan kemasan asal Indonesia. Produk tersebut adalah Mie Sedap Goreng Korean Spicy Chicken.
"CFS mengumpulkan sampel produk dari supermarket di Lok Fu untuk pengujian di bawah Program Pengawasan Makanan rutin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel mie, paket bumbu dan bubuk cabai produk mengandung pestisida, etilen oksida,” ungkap CFS dikutip dari keterangan resmi, Rabu (28/9/2022).
Produk tersebut didistribusikan oleh Golden Long Food Trading Ltd dan PARKnSHOP (HK) Limited selaku pengecer. CFS juga telah memberi tahu vendor yang bersangkutan tentang ketidakteraturan dan menginstruksikannya untuk menghentikan penjualan dan mengeluarkan dari rak batch produk yang terpengaruh.
Menurut instruksi CFS, pengecer telah memulai penarikan kembali batch produk yang terpengaruh. Sementara, Badan Internasional untuk Penelitian kanker mengklasifikasikan etilen oksida sebagai zat berbahaya penyebab kanker atau karsinogen.
Penjualan makanan yang mengandung residu pestisida juga telah dilarang karena dapat membahayakan kesehatan. Pelanggar yang terbukti bersalah dapat dikenakan denda sebesar 50.000 dollar Hong Kong atau penjara selama 6 bulan.
Lalu, apa sebenarnya bahaya pestisida dalam makanan?
Pestisida adalah zat kimia yang biasanya digunakan untuk mengendalikan atau membasmi hama yang mengganggu dalam perkebunan atau pertanian.
Melansir Healthline, kandungan pestisida dalam makanan baik itu biopestisida sintetik atau organik memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Salah satu yang dapat ditimbulkan dari paparan bahan kimia tersebut dapat mengganggu perkembangan, meningkatkan potensi kanker, dan risiko alzheimer.
Selain itu, paparan yang tinggi pada anak-anak berdampak negatif seperti gangguan perkembangan neurologis, ADHD, hingga autisme. Karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan batas penggunaan residu pestisida dalam bahan pangan dan diawasi ketat.
Baca Juga: Sinopsis Film Angel Has Fallen, Usaha Seorang Agen Rahasia Mengembalikan Nama Baiknya
Sebelumnya, salah satu produk mie instan kemasan milik Wings Group Indonesia juga telah ditolak masuk ke Taiwan atas dugaan kasus yang sama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Mind Corner di Liga Universitas 2026, Ruang Menyadari Pentingnya Kesehatan Mental dan Perdamaian
-
Bukan Sekadar Teknologi, AI Ternyata Juga Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Manusia
-
Drama Comeback dan Tangis Tuan Rumah Warnai Semifinal Campus League The Nationals 2026
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Berulang Kali Digosipkan Pencucian Uang hingga Suap, Raffi Ahmad Trauma Bekerja di Pemerintahan?
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Banyak Inovasi Mahasiswa Mandek di Kampus, Ini Caranya Supaya Bisa Jadi Bisnis
-
Dituduh Terima Uang dari Hanania Travel, Anisa Rahma dan Suami: Kami Malah Bayar Rp100 Juta!