Indotnesia - Industri musik di Amerika Serikat tengah heboh dengan tindakan monopoli oleh Ticketmaster dalam menyediakan tiket konser. Hal tersebut nampak dalam penjualan tiket presale konser Taylor Swift bertajuk The Eras Tour 2023.
Melansir Billboard, Senin (5/12/2022), puluhan penggemar Taylor Swift menggugat Live Nation, induk perusahaan Ticketmaster, atas penjualan tiket yang merugikan, bahkan disebut menunjukkan penipuan dan bentuk kesalahan lainnya.
Gugatan tersebut diajukan pada Jumat pekan lalu ke Pengadilan Los Angeles. Swifties, sebutan penggemar Taylor Swift, menilai penjualan tiket itu sebagai bencana karena perusahaan melakukan praktik monopoli.
Para fans juga menyebut Ticketmaster hanya peduli dengan setiap dolar yang masuk ke kantong perusahaan. Perwakilan pengacara menyebut Ticketmaster tidak dapat diandalkan dalam pra-penjualan tiket Taylor Swift.
"Dan Ticketmaster tidak melakukan apapun untuk memberikan alasan terkait biaya yang lebih tinggi," ujarnya.
Semua berawal ketika Ticketmaster melakukan penjualan pre-sale tiket konser Taylor Swift dengan menawarkan kode khusus bagi penggemar yang sesungguhnya. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari bot saat pembelian melalui website.
Namun kenyataan, banyak penggemar yang memperoleh kode tapi tidak dapat membeli tiket. Ticketmaster dituduh membiarkan bot dan calo untuk masuk dalam pembelian tiket.
Bahkan tiket konser Taylor Swift yang dijual kembali oleh calo bisa berkali-kali lipat. Mengutip Axios, harga asli tiket dijual antara US$49-US$499 atau sekitar Rp760.000-Rp7,7 juta.
Namun dalam situs resale, harganya bisa mencapai US$350-US$700 Rp5,4 juta hingga Rp10 juta. Bahkan yang paling fantastis tercatat mencapai US$30.000 atau sekitar Rp467 juta.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu ChatGPT, AI Baru yang Disebut Bakal Jadi Saingan Google
"Ticketmaster mengklaim hanya mereka yang memiliki kode yang dapat bergabung dalam presale, tapi jutaan pembeli tanpa kode dapat memperoleh tiket," tulis gugatan tersebut.
"Banyak dari mereka yang tidak memiliki kode adalah calo, dan Ticketmaster mendapat manfaat dari penjualan tiket itu karena harus dijual kembali di Ticketmaster, yang mendapat biaya tambahan," lanjutnya.
Gugatan dilayangkan setelah penjualan tiket pre-sale pada 15 November yang menyebabkan situs Ticketmaster mengalami crash, karena jutaan penggemar Taylor Swift mengaksesnya.
Namun, mereka juga banyak yang gagal untuk membeli tiket The Eras Tour 2023. Sejauh ini, Ticketmaster telah meminta maaf kepada penggemar dan menyalahkan serangan bot yang mengejutkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Piala Dunia dan Gen Z: Ketika Sepak Bola Menjadi Gaya Hidup Sementara
-
Blu-ray Drakor Perfect Crown Dibatalkan, Imbas Dugaan Distorsi Sejarah
-
Pria Tega Perintahkan Istri Buang Bayi Masih Diburu Polisi
-
Review Sejarah Islam Klasik: Membedah Peradaban Lewat Sudut Pandang Barat
-
Apakah Parfum Kedaluwarsa Masih Bisa Dipakai? Kenali Ciri-cirinya
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
John Herdman Tak Sempat Nonton Piala Dunia 2026 Demi Timnas Indonesia
-
Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Comeback Dramatis Lawan Pantai Gading, Jerman Akhiri Kutukan 16 Tahun di Piala Dunia