Indotnesia - Film The Big 4 karya sutradara Timo Tjahjanto menduduki peringkat teratas sebagai film yang paling banyak ditonton di Netflix secara global atau seluruh dunia dalam website Fix Patrol, Senin (19/12/2022).
Dalam laporan tersebut, The Big 4 berhasil berada di peringkat pertama dengan nilai sebanyak 552 di 75 negara mengalahkan Guillermo del Toro’s Pinocchio yang sempat berada di posisi teratas.
Selain itu, pencapaian The Big 4 sebagai film tertinggi di Netflix yang paling banyak ditonton di seluruh dunia itu juga berhasil mengungguli film populer lainnya seperti I Believe in Santa, The Volcano: Rescue from Whakaari, dan Troll.
Atas kabar menggembirakan tersebut, Arie Kriting dan Kristo Immanuel sebagai salah satu pemain yang terlibat dalam film ungkap rasa syukur dan bangga atas hasil karya bersama tersebut.
“Menjadi film No. 1 yang diputar di seluruh dunia melalui platform Netflix. Mimpi apa diriku ini bisa bermain di film seperti ini. Semoga teman-teman yang sudah nonton bisa menemukan kesenangan dari menonton film ini,” tulis Arie Kriting dalam kolom keterangan postingan foto yang diunggahnya di Instagram @arie_kriting.
“THE BIG 4 IS NUMBER ONE WORLD WIDE (Top 10 movies on netflix) *menangith Mbahagya*,” tulis Kristo Immanuel di akun Twitter pribadinya @kristoimmanuel.
Selain banjir ungkapan syukur dari sejumlah pemain hingga pihak yang terlibat dalam pembuatan film The Big 4, film Indonesia satu ini juga jadi perbincangan publik hingga trending Twitter, Rabu (21/12/2022).
Banyak warganet menyebut bahwa film The Big 4 memiliki cerita laga yang segar dengan perpaduan komedi menyenangkan.
“The Big 4 ga cuma modal action brutal di sana-sini, tapi tetep mampu ngasih cerita yang menarik dan dialog-dialog lucu yang terasa pas!” tulis salah seorang warganet.
Baca Juga: Tewas Dipatuk King Kobra, Berikut Profil Alprih Priyono Asisten Panji Petualang
“Mending kalian semua pada nonton The Big 4 ini deh. Sumpah bagus banget. 100000/10 pokonya!!!!!!!” komentar warganet lainnya.
Diketahui, film The Big 4 mengisahkan tentang perjalanan empat pensiunan pembunuh bayaran yang harus kembali terlibat aksi untuk melacak seorang penjahat yang sulit ditangkap setelah bertemu dengan Dina (Putri Marino).
Dalam trailer resmi yang dirilis Netflix, para pembunuh bayaran itu diperkenalkan saat mereka sedang beraksi di sebuah panti asuhan misterius yang memiliki rahasia kelamn.
Para tokoh pembunuh bayaran dalam film ini yaitu Topan si pemimpin (Abimana Arya), Pelor si polos (Kristo Immanuel), Jenggo si sniper jago (Arie Kriting), dan Alpha si garang (Lutesha).
Tag
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana