Indonesia - Presenter Indra Bekti didiagnosis mengalami pendarahan otak. Sebelum dibawa ke rumah sakit, Bekti diketahui sempat pingsan.
Kabar tersebut telah mendapat konfirmasi dari manajernya, Roy. Indra Bekti pingsan di toilet di tengah kegiatan siaran radio yang sedang dilakukannya.
"Pas izin ke toilet, nggak balik-balik. Pas disamperin, kondisinya sudah pingsan," ungkap Roy seperti dikutip dari Suara.com.
“Sekarang lagi diobservasi. Ada pendarahan otak," lanjutnya.
Lantas, apa itu pendarahan otak seperti yang dialami Indra Bekti?
Pendarahan otak adalah pendarahan yang terjadi di dalam jaringan otak yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah.
Hal itu merupakan kondisi darurat yang harus segera mendapat penanganan medis. Apalagi otak merupakan saraf pusat yang memiliki peran penting di dalam tubuh dan jika dibiarkan dapat menyebabkan dampak yang buruk.
Penyebab
Mengutip Medical News Today, ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab pendarahan otak yang dialami oleh seseorang. Beberapa faktor di antaranya, yaitu:
Baca Juga: Indra Bekti Diduga Alami Pendarahan Otak, Berikut Kronologi Sebelum Dilarikan ke RS
1. Trauma kepala atau cedera
2. Aneurisma serebral atau tonjolan yang melemah di arteri otak
3. Tekanan darah yang sangat tinggi
4. Anomali pembuluh darah
5. Kelainan darah atau perdarahan penyakit hati
6. Tumor otak
7. Konsumsi obat-obatan terlarang
Kondisi ini dapat mengenai semua rentan usia. Meski lebih banyak dialami oleh orang dewasa, tetapi pendarahan otak juga bisa terjadi pada anak-anak.
Gejala
Sementara itu, gejala pendarahan otak disebut mirip dengan gejala stroke seperti rasa lemah, kesemutan yang muncul tiba-tiba, kelumpuhan, hingga mati rasa. Selain itu, juga ada gejala lain, di antaranya:
1. Tiba-tiba sakit kepala parah
2. Kesulitan menelan
3. Terjadi masalah penglihatan
4. Kehilangan keseimbangan atau koordinasi
5. Kebingungan atau kesulitan memahami
6. Kesulitan berbicara atau bicara cadel
7. Stupor, letargi, atau tidak sadarkan diri
8. Kejang
Ketika gejala-gejala itu muncul penting untuk tidak mengabaikannya dan segera melakukan pemeriksaan oleh dokter. Hal itu, untuk meminimalisir dampak buruk pendarahan otak dengan menerima penanganan dan pengobatan yang sesuai.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Kucing Merah di Ujung Tanduk: Hutan Kalimantan Terus Kehilangan Penghuninya
-
Mata Uang Iran Ambruk, Tembus 2 Juta Rial per Dolar AS
-
Hotspot Sumsel Mendadak Turun Saat Prabowo Pimpin Rakor Karhutla, Benarkah Mulai Reda?
-
Bukan Cuma Penonton, Gus Yahya Ingin NU Jadi 'Active Player' di Isu Strategis Global
-
Empat Hari, ISPA Capai 453 Kasus di Tengah Kabut Asap Riau
-
Api Kecil Bisa Jadi Bencana, Setop Bakar Lahan Selama El Nino Masih Sangat Kuat!
-
Jarak Bukan Halangan, BRImo Taiwan Hadir Dekatkan Layanan Perbankan untuk WNI
-
Viral Cekcok di Polsek Cengkareng, Ternyata Buntut Debt Collector Paksa Masuk Mobil Warga
-
Asap Tak Punya Paspor, Airlangga Minta Negara ASEAN Tolong RI
-
Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK, Mahasiswa UIN Jakarta Cium Aroma Intervensi Politik