- Baterai adalah komponen vital mobil listrik penentu jarak tempuh; teknologi baterai beragam, mempengaruhi kepadatan energi dan biaya.
- Baterai Lithium Ion populer memiliki usia pakai 8-15 tahun; LFP lebih terjangkau dan stabil secara termal.
- Teknologi Solid State dianggap masa depan karena kepadatan energi tinggi, meskipun biaya produksinya saat ini masih sangat mahal.
Suara.com - Baterai bisa dibilang sebagai “jantung” dari sebuah mobil listrik. Tanpa komponen ini kendaraan listrik tidak akan bisa bergerak karena baterai menjadi sumber utama yang menyuplai daya ke motor penggerak.
Di tengah era elektrifikasi pabrikan otomotif kini berlomba menghadirkan mobil listrik dengan jarak tempuh semakin jauh yang sangat bergantung pada teknologi baterai.
Penting bagi konsumen untuk memahami bahwa tidak semua baterai dibuat dengan teknologi yang sama. Berdasarkan rangkuman dari AstraOtoshop setiap jenis memiliki karakteristik berbeda mulai dari kepadatan energi hingga biaya produksi.
Pertama adalah Lithium Ion atau Li Ion yang menjadi teknologi paling populer pada mobil listrik modern. Usia pakainya berkisar antara 8 hingga 15 tahun dengan efisiensi pengisian mencapai 90 persen. Estimasi harganya berada di rentang Rp100 juta hingga Rp300 juta per paket tergantung kapasitas. Meski stabil jenis ini kurang ideal untuk wilayah dengan suhu yang sangat ekstrem.
Kedua terdapat Lithium Iron Phosphate atau LFP yang memiliki usia pakai lebih panjang yakni sekitar 15 hingga 20 tahun. Biaya produksinya lebih terjangkau dengan estimasi Rp1,55 juta hingga Rp2,48 juta per kWh. Keunggulan utamanya adalah stabilitas termal yang tinggi sehingga lebih aman meskipun kepadatan energinya di bawah tipe Lithium Ion.
Ketiga yaitu teknologi Solid State yang digadang sebagai masa depan otomotif. Kepadatan energinya sangat tinggi sehingga jarak tempuh bisa jauh lebih panjang. Namun biaya produksinya masih sangat mahal mencapai Rp12,4 juta per kWh dan masih dalam tahap pengembangan untuk produksi massal.
Keempat adalah Lead Acid yang merupakan teknologi lama dengan biaya rendah namun memiliki bobot berat serta usia pakai pendek. Jenis ini kurang cocok untuk standar efisiensi mobil listrik masa kini.
Kelima yakni Nickel Metal Hydride yang pernah populer pada kendaraan hybrid generasi awal. Meski tangguh pada suhu ekstrem efisiensi pengisian dayanya hanya sekitar 60 hingga 70 persen dengan biaya produksi yang masih tergolong tinggi.
Terakhir adalah Ultracapacitor yang unggul dalam pengisian daya sangat cepat. Namun karena energi yang tersimpan sedikit komponen ini biasanya hanya digunakan sebagai pendukung sistem penyimpanan energi utama bukan sebagai sumber daya mandiri bagi kendaraan listrik.
Baca Juga: Mirip Wuling Air EV, Inilah BYD Racco: Mobil Listrik Mungil dengan Pintu Geser Canggih
Berita Terkait
Terpopuler
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
Terkini
-
7 Rekomendasi Motuba Paling Bandel dan Irit Seharga NMAX, Bebas Kepanasan dan Kehujanan
-
Lebih Murah dari Beat 125, Pas Buat Mudik Lebaran: Ini Motor Baru Honda Sekali Isi BBM Tembus 500 Km
-
Ferrari Bawa DNA Balap ke Mobil Listrik Pertamanya, Bisa Melesat 309 KM per Jam
-
X-Ride Versi Mewah, Harga Setara Yamaha Aerox: Ini Dia Motor Matik Street Tampilan Kece
-
Aturan Buka Puasa di Transportasi Umum, Penumpang Boleh Makan Ringan Selama Perjalanan
-
5 Penyakit Khas Avanza-Xenia Bekas, Sering Muncul setelah KM 100 Ribu
-
Honda Brio Satya Baru atau Jazz GK5 Bekas, Mending Pilih Mana?
-
BYD dan Jaecoo Pimpin Penjualan Mobil China di Indonesia Awal Tahun 2026
-
Bukan Lagi Tren, China 'Haramkan' Layar Sentuh untuk Fitur Vital Mobil, Ini Alasannya
-
Nissan Magnite vs Honda WR-V vs Hyundai Venue Mending Mana?