Indotnesia - Nama “Vrindavan” pada hari ini, Senin (16/1/2023) jadi trending Twitter setelah sebuah video tentang makna nama tersebut viral di media sosial.
Hal itu bermula dari video TikTok pemilik akun @iamegamei yang menanggapi sebuah video seorang perempuan yang menyebut orang India sebagai orang Vrindavan.
“Saya ingin orang-orang ini (orang Indonesia) berhenti menyebutkan orang-orang India sebagai warga Vrindavan atau orang Prindapan,” ungkapnya pada pembuka video yang diunggahnya, Minggu (15/1/2023).
Lebih lanjut, perempuan yang sedang melanjutkan pendidikan di India itu juga menjelaskan bahwa ia sering mendengar nama Vrindavan dijadikan sebagai bahan guyonan dengan konteks yang jelek.
“Karena orang-orang yang begini, kata Vrindavan jadi konteksnya jelek padahal bagi orang Hindu konteksnya suci banget lho,” jelasnya.
Perempuan dalam video itu juga menegaskan bahwa sama halnya dengan agama lain yang memiliki tempat suci seperti Islam di Mekkah dan Madinah maupun Kristen serta Yahudi di Yerusalem, Vrindavan merupakan salah satu tempat suci yang penting bagi umat Hindu.
“Kenapa gue bilang ini menyangkut agama? Sama kayak kita guys, orang Islam kita punya kota suci Mekkah dan Madinah, Kristen dan Yahudi punya Yerusalem, ada juga Vatikan,” jelas perempuan dengan jilbab berwarna coklat itu.
“Orang Hindu dimana pusatnya? Pusatnya orang Hindu di India gue kasih tau, ada Varanasi termasuk Vrindavan. Itu adalah kota suci bagi mereka orang Hindu,” ucapnya.
Dalam akhir video, perempuan tersebut menegaskan agar orang-orang Indonesia tidak lagi menyebut orang Indonesia dengan nama Vrindavan.
Baca Juga: Jennie Blackpink Ulang Tahun, Pamer Kostum Kelinci dan Banjir Ucapan Selamat dari Sahabat
Selain hal itu dapat memicu perpecahan sosial, juga dinilai tidak pantas digunakan untuk menyebut orang India yang mayoritas berasal dari berbagai kota yang beragam tidak hanya dari Vrindavan.
Video itu lantas banjir komentar warganet yang setuju dengan pernyataan perempuan tersebut serta ada pula yang mengaku sebagai orang Hindu berterima kasih atas penjelasan dalam video tersebut.
"makasi kak, aku sebagai org hindu sering sedih org2 kok blgnya Vrindavan," ungkap salah seorang warganet.
"setuju kak, makasi bgt aku sbgai umat Hindu pas dnger org2 blg "warga prindapan" kek sedih gtu," komentar warganet lainnnya.
"bener banget kak,setuju bangetseharusnya saling toleransi si," ujar warganet lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Viral Pelayanan Jutek di Puskesmas Cisarua, Ini Respons Pimpinan
-
Persib vs PSM Makassar: 6 Poin Penting Pesan Pak Haji Umuh untuk Jaga Tahta Klasemen
-
3 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik Januari 2026, Kualitas Premium Cuma 300 Ribuan
-
'Satu Foto Sejuta Cerita' Dedie A. Rachim Terpukau oleh Karya Jurnalistik di APFI 2026
-
4 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaik untuk Bapak-Bapak di Mei 2026
-
Long Weekend Makin Nyaman, BSB Cash Bank Sumsel Babel Jadi Andalan Pengguna Tol dan LRT
-
Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok
-
Waspada Hantavirus! Banten Pernah Catat 1 Kasus, Pintu Masuk Internasional Dijaga Ketat
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
Dedi Mulyadi Ingin Kembalikan Kawasan Batutulis Bogor Jadi Area Hijau dan Sejarah