Indotnesia - Prasasti Pucang, yang membuat informasi tentang silsilah Raja Airlangga dan beberapa peristiwa dalam perjalanannya sebagai raja, lama teronggok di sebuah gudang, di India.
Indonesia berupaya untuk memulangkan prasasti tersebut ke Tanah Air. Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid dalam unggahannya di Instagram @hilmarfarid pada Jumat (2/9/2022) mengatakan Prasasti Pucang dibawa oleh Inggris untuk menjadi koleksi Royal Asiatic Society.
Tempat itu kemudian menjadi Indian Museum, di Kolkata. Dia menuturkan, prasasti cukup lama teronggok di gudang dan kurang mendapat perhatian. Dia pun bertekad untuk membawa kembali prasasti bersejarah itu ke Indonesia.
"Pagi ini, saya akan bertemu Kementerian Kebudayaan India untuk membicarakan kemungkinan membawanya ke Indonesia. Semoga saja," katanya.
Lalu, apa itu Prasasti Pucangan?
Melansir dari Unair News, Prasasti Pucangan yang berbahasa Sansekerta termasuk yang terpenting karena memuat riwayat hidup Raja Airlangga atau Sri Maharaja Rakai Halu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa.
Dia adalah raja yang memerintah Jawa pada abad ke-11 Masehi. Raja Airlangga adalah seorang pembaru dalam sejarah kehidupan Jawa. Setidaknya, ada 33 bukti sejarah terdiri dari prasasti batu dan perunggu.
Dalam Prasasti Pucangan, Raja Airlangga disebut sebagai keturunan dari Raja Mpu Sindok, pendiri Dinasti Isyana yang memerintah Kerajaan Mataram Kuno pada tahun 929-948 Masehi.
Raja Airlangga memang bukan keturunan langsung, namun silsilahnya kurang lebih seperti ini, anak perempuan Mpu Sindok yakni Sri Isyanatungga menikah dengan Sri Lokapala.
Baca Juga: Benarkah Pagi Hari adalah Waktu Terbaik untuk Buang Air Besar?
Keduanya memiliki anak yaitu Sri Makutawangsawardhana dan Mahendradatta. Kemudian Mahendradatta menikah dengan Raja Udayana dari Bali dan melahirkan tiga putra, salah satunya adalah Airlangga.
Pada usia 16 tahun, ia dikirim ke Jawa dan menikah dengan putri dari Raja Dharmawangsa Teguh bernama Galuh Sekar. Prasasti Pucangan menyebutkan tak lama setelah pernikahan keduanya, ibu kota kerajaan diserang sehingga istana hancur dan Dharmawangsa Teguh gugur.
Peristiwa yang disebut sebagai Mahapralaya itu membuat semua keturunan kerjaan habis, tapi Airlangga dan pengikutnya, Narottama, berhasil menyelamatkan diri.
Airlangga diyakini singgah dan bertapa di daerah Pucangan, sebuah wilayah yang namanya mirip dengan Gunung Pucangan di Desa Cupak, Ngusikan, Jombang, Jawa Timur. Dia tak hanya bertapa, tapi juga membuat prasasti untuk menuliskan kisah hidup dan seluk beluk silsilahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
5 HP Infinix 5G Paling Worth It di Tahun 2026, Cocok untuk Gaming dan Streaming
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
3 Cara Cari Promo Indomaret Terbaru agar Belanja Bulanan Makin Hemat
-
Denny Sumargo Konfirmasi Yai Mim Meninggal Dunia, Sebut Berpulang Saat Ditahan
-
Sekjen ATSI Merza Fachys: Operator Siap Laksanakan Registrasi SIM Biometrik, Tapi...
-
Anwar BAB Sempat Merasa Janggal Sebelum Boiyen Menikah dengan Rully Anggi Akbar
-
Beda Kelas! Saat Steven Wongso Jadikan Obesitas Bahan Hinaan, Ade Rai Justru Bongkar Bahayanya
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Bisnis Kebencian: Resbob Dituntut 2,6 Tahun Penjara Usai 'Jual' Isu SARA Demi Saweran