/
Selasa, 28 Februari 2023 | 13:59 WIB
Dampak perceraian bagi kondisi psikologis anak yang perlu diketahui orang tua. (Freepik)

Indotnesia - Meski setiap keluarga berharap senantiasa diberikan kebersamaan, tetapi terkadang muncul masalah di tengah perjalanan hingga memicu adanya perceraian.

Bagi sejumlah orang, perceraian menjadi jalan terakhir dalam menyudahi hubungan pernikahan setelah upaya perdamaian maupun perbaikan lainnya tidak bisa dilakukan.

Kondisi perceraian tentunya akan membuat sejumlah pihak keluarga sedih, begitu pula dengan pasangan yang telah memiliki anak dapat memberikan luka dan trauma kepadanya.

Meski begitu, dampak perceraian bagi kondisi psikologis anak mungkin akan berbeda-beda, tergantung pada kepribadian yang dimiliki serta usia anak saat perceraian terjadi.

Oleh sebab itu, orang tua wajib tahu apa saja dampak perceraian bagi kondisi psikologis anak, sehingga dapat meminimalisir efek buruknya.

Dampak Perceraian Bagi Kondisi Psikologis Anak

1. Sulit Percaya dengan Orang Lain

Seorang anak yang orang tuanya bercerai akan sulit percaya dengan orang lain dan selalu merasa sedang dibohongi.

Jika terus terjadi, perasaan kepercayaan yang rendah terhadap orang lain itu akan memicu frustasi dan sering berkecil hati ketika berinteraksi.

Baca Juga: Sinopsis Film Kembang Api Lengkap dengan Daftar Pemain

2. Kesepian

Ketika orang tua bercerai, seorang anak mungkin akan merasakan salah satu dampak psikis berupa perasaan kesepian.

Rasa kesepian itu terjadi karena perasaan kehilangan salah satu orang tuanya yang berpisah dan tidak lagi tinggal satu rumah.

3. Perubahan Suasana Hati

Anak akan merasakan perubahan suasana hati yang cepat ketika tidak lagi memiliki kebahagiaan dan kehangatan kebersamaan orang tua.

Mereka akan cenderung menarik diri dari lingkungan dan tidak berbicara dengan siapapun. 

Load More