Bola / Liga Italia
Kamis, 05 Februari 2026 | 19:41 WIB
Pelaku pelemparan flare ke Emil Audero [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Polisi Italia menangkap ultras Inter Milan berusia 19 tahun sebagai pelaku pelemparan petasan ke Emil Audero.
  • Penangkapan terjadi di Milan pada Selasa (4/2/2026) setelah analisis rekaman kamera pengawas stadion yang kuat.
  • Insiden terpisah menyebabkan Menteri Dalam Negeri Italia melarang suporter Inter Milan laga tandang hingga 23 Maret.

Suara.com - Insiden pelemparan petasan yang mengarah ke kiper Timnas Indonesia, Emil Audero saat laga Serie A antara Cremonese vs Inter Milan akhir pekan lalu memasuki babak baru.

Dilansir dari Chiamamicitta.it, Aparat kepolisian Italia memastikan telah menangkap seorang ultras Inter berusia 19 tahun yang diduga sebagai pelaku pelemparan.

Penangkapan dilakukan oleh unit Digos (polisi intelijen Italia) di Milan pada Selasa (4/2/2026) waktu setempat.

Remaja tersebut diketahui dekat dengan kelompok ultras Inter, Viking, yang berbasis di Curva Nord Stadion San Siro. Ia ditangkap berdasarkan perintah jaksa Milan, Francesco Cajani.

Identitas pelaku terungkap setelah polisi menganalisis rekaman kamera pengawas stadion.

Kronologi Emil Audero cedera kena flare fans Inter Milan. Kiper Timnas Indonesia luka bakar, pelaku kehilangan 3 jari akibat ledakan. Simak detailnya.[Dok. Fox Sports]

Bukti visual itu disebut cukup kuat untuk memastikan keterlibatan pelaku dalam aksi pelemparan petasan yang membuat Audero sempat terhuyung.

Saat ini, pelaku ditahan di penjara San Vittore, Milan, dan dijadwalkan menjalani sidang konfirmasi penahanan.

Pihak berwenang menegaskan bahwa pelaku bukanlah suporter lain yang sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit akibat petasan yang meledak di tangannya sendiri.

Suporter yang terluka tersebut diketahui berasal dari wilayah Cesena dan terdaftar sebagai anggota Inter Club San Marino. Ia memegang petasan berbeda yang meledak sebelum sempat dilempar.

Baca Juga: Pentolan Viking Bantah Anggotanya Pelaku Pelemparan Flare ke Emil Audero

Dengan demikian, polisi memastikan dua insiden terpisah terjadi pada laga tersebut.

Dampak dari insiden ini juga menjalar ke ranah administratif. Menteri Dalam Negeri Italia, Matteo Piantedosi, menjatuhkan larangan laga tandang bagi suporter Inter hingga 23 Maret mendatang.

Keputusan ini diambil sebagai langkah tegas untuk meredam potensi kerusuhan lanjutan sekaligus memberi efek jera terhadap aksi kekerasan di stadion.

Kontributor: M.Faqih

Load More