- SVP Consumer Loan BCA Melani Megawati mengingatkan Gen Z pertimbangkan kebutuhan riil sebelum mengambil KPR.
- Calon pembeli muda wajib menghitung total biaya KPR, termasuk bunga, agar tidak gagal bayar finansial.
- Kepastian cicilan dan kemudahan pemantauan menjadi kunci manajemen komitmen pembiayaan rumah jangka panjang.
Suara.com - Generasi Z diminta hati-hati dengan tren pembelian rumah lewat kredit pemilikan rumah (KPR). Jika, tanpa hitung-hitungan matang bakal membebani keuangan bertahun-tahun.
Bahkan berujung gagal bayar di tengah ketidakpastian ekonomi. SVP Consumer Loan Bank Central Asia Melani Megawati mengingatkan, langkah awal calon pembeli muda adalah memastikan rumah itu benar-benar dibutuhkan sesuai kondisi finansial saat ini, bukan ikut-ikutan teman atau media sosial.
“Yang pasti, pada saat kita beli rumah itu kita masih lihat dari sisi kebutuhan kita. Maksudnya, dengan kondisi kita saat ini, misalnya kita sudah pasti beli rumah untuk dihuni,” ujar Melani dalam diskusi Bagaimana Prospek KPR di 2026 rangkaian dari BCA Expoversary di ICE BSD Tangerang, Kamis (5/2/2026).
Ia menekankan, membeli rumah tanpa perencanaan matang berisiko besar. Banyak Gen Z yang masih di awal karier sering lupa menghitung total biaya KPR, terutama bunga dan biaya lain yang bisa membengkak.
“Kita perlu lihat dari sisi KPR itu, biaya-biaya apa aja yang akan dikeluarkan untuk KPR, terutama untuk sisi bunganya,” bebernya
Menurutnya, kepastian cicilan sangat penting bagi anak muda yang pendapatannya belum stabil. Skema bunga harus disesuaikan dengan proyeksi penghasilan ke depan agar tidak terjebak tunggakan.
“Kita harus menyesuaikan dengan kemampuan kita. Dari pilihan bunga yang tadi, misalnya saya pengennya dengan jangka panjang, pada saat kita mau ngomongin bunga yang sisi jangka panjangnya, itu kan kita sudah tahu berarti saya memiliki kepastian dari sisi bunganya,” jelasnya.
Dia pun menyoroti kemudahan memantau sisa cicilan. Nasabah harus bisa cek sendiri kapan saja agar tidak kehilangan kendali atas komitmen jangka panjang itu.
“Pada saat saya mau tahu, oh kira-kira sisa angsurannya berapa ya. Nah, di BCA sudah bisa lihat. Kita bisa lihat di KlikBCA, ataupun di website, kita bisa lihat totalnya atau portofolio berapa,” imbuhnya.
Layanan purna jual pun tak kalah krusial. Jika ada masalah atau pertanyaan di tengah tenor puluhan tahun, nasabah harus tahu ke mana menghubungi.
“Karena kami jangkanya jangka panjang, jangan sampai pada saat kita sudah ngambil, terus dia bingung, ‘Oh saya kalau ada keperluan apa, terkait KPR saya hubungi siapa ya?’ Nah, di kami itu nasabah bisa hubungi Halo BCA,” kata Melani.
Meski pemerintah terus mendukung sektor perumahan lewat berbagai kebijakan, Melani menggarisbawahi satu hal: keputusan membeli rumah harus rasional, bukan dorongan emosional.
“Sisi rumahnya perlu dilihat, sisi pembiayaan juga perlu dilihat,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Siapkan Dana Rp 5 T, Catat Jadwal BBCA Lakukan Buyback Saham
-
Optimisis, BCA Targetkan Penyaluran Kredit Tumbuh 10 Persen di 2026
-
Kenali Apa Itu Take Over KPR dan Manfaatnya untuk Ringankan Cicilan Rumah
-
BNI Siap Salurkan 17.356 KPR FLPP pada 2026, Mantapkan Peran di Program Perumahan
-
Apakah Gaji 3 Juta Bisa Beli Rumah KPR? Simak Penjelasan dan Skema Cicilannya
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa
-
BEI Wajibkan Free Float hingga 25 Persen untuk Perusahaan yang Hendak IPO
-
SKF Musnahkan 13,3 Ton Bearing Tiruan Senilai Rp9,5 Miliar