/
Senin, 20 Maret 2023 | 10:26 WIB
Doa ziarah kubur dan tata caranya yang biasa dilakukan menjelang ramadhan. (Freepik/mdjaff)

Indotnesia - Menjelang ramadhan, biasanya sejumlah umat muslim melakukan ziarah kubur atau berkunjung ke makam keluarga.

Selain dilakukan untuk memberikan doa dan memohon ampunan untuk ahli kubur, ziarah kubur juga menjadi sebuah pengingat bagi manusia betapa dekatnya ia dengan kematian.

Dilansir dari laman Nahdlatul Ulama Online, ziarah kubur pada zaman awal-awal Islam merupakan perbuatan yang dilarang karena berkaitan dengan tradisi suku Arab di zaman itu yang sering mendewakan seseorang dan praktik menyekutukan Allah.

Meski begitu, larangan tersebut kemudian diubah menjadi perbuatan sunnah yang diperbolehkan untuk dilakukan, seperti dalam salah satu hadits menyebut Rasulullah SAW bersabda:

“Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian,” (HR. Muslim).

Adapun doa ziarah kubur dapat dilakukan sebagai berikut, seperti dilansir dari laman Nahdlatul Ulama Online:

Doa Ziarah Kubur

Berdasarkan Imam Nawawi dalam kitab Al- Adzkar menganjurkan peziarah mengawali doa ziarah kubur dengan mengucapkan salam kepada ahli kubur seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, yaitu:

Assalâmu‘alaikum dâra qaumin mu’minîn wa atâkum mâ tû‘adûn ghadan mu’ajjalûn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn.

Baca Juga: Tukang Selingkuh Nggak Bisa Sembuh, Benarkah?

Artinya: Assalamu’alaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.

Setelah membaca salam, dilanjutkan dengan memperbanyak bacaan Al-Qur’an, dzikir, serta mendoakan ahli kubur di daerah yang diziarahi dan semua umat Islam.

Doa ziarah kubur kemudian dapat dilanjutkan dengan membaca doa berikut ini:

Allahummaghfìrlahu war hamhu wa 'aafìhìì wa'fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì' madholahu, waghsìlhu bìl maa'ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.

Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.

Artinya : "Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran."

Load More