/
Selasa, 07 Februari 2023 | 12:30 WIB
Mengenal organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama. (Wikimedia Commons)

Indotnesia - Organisasi Islam di Indonesia Nahdlatul Ulama atau NU tahun ini menggelar acara puncak Hari Lahir 1 Abad, pada Selasa (7/2/2023) di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur.

Sejumlah kegiatan telah dimulai sejak Selasa pukul 00.00 WIB yang diawali dengan kegiatan ritual keagamaan qiyamul lail dan diisi dengan pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Ratib al-Attas, Asmaul Husna, ijazah kubro hingga salat berjamaah serta sholawat bersama Habib Syech.

Acara yang akan berlangsung selama 24 jam nonstop ini juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin serta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, seperti Erick Thohir, Sandiaga Uno, dan Tito Karnavian dalam puncak resepsi 1 Abad NU, pukul 07.00 WIB.

Selain menggelar kegiatan ritual keagamaan dan agenda formal puncak resepsi 1 Abad NU, acara ini juga menyelenggarakan karnaval Nusantara, panggung hiburan rakyat hingga bazar UMKM.

Setidaknya ada sekitar satu juta perwakilan jamaah NU dan sejumlah para pemimpin ulama di Indonesia dan dari beberapa negara di dunia hadir meramaikan peringatan Hari Lahir 1 Abad NU.

Diketahui, selama acara dimulai pada dini hari, sejumlah area di sekitar Stadion Delta Sidoarjo mengalami kemacetan parah hingga membuat beberapa peserta terpaksa berjalan kaki.

Termasuk sebagai salah satu organisasi Islam tertua di Indonesia, simak penjelasan di bawah ini untuk mengenal NU lebih banyak.

Mengenal Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama didirikan oleh Hasyim Asy’ari sebagai organisasi Islam di Indonesia pada 16 Rajab 1344 Hijriah atau 31 Januari 1926 di Surabaya, Jawa Timur.

Baca Juga: Tips Awet Muda Secara Alami, Lakukan Kebiasaan Ini

Berdasarkan kalender hijriah, NU mencapai usia ke-1 Abad pada 16 Rajab 1444 Hijriah atau bertepatan dengan 7 Februari 2023.

Arti kata Nahdlatul Ulama, yaitu Kebangkitan Para Ulama yang kini telah memiliki anggota lebih dari 95 juta per tahun 2021 dan menjadikannya sebagai organisasi Islam terbesar di dunia.

Dilansir dari laman Nahdlatul Ulama, dalam proses mematangkan organisasi, KH. Hasyim Asy’ari menegaskan prinsip dasar organisasi dengan merumuskan Kitab Qanun Asasi (prinsip dasar).

Selain itu, ia juga merumuskan kitab I’tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah yang kemudian diwujudkan dalam Khittah NU sebagai dasar dan rujukan warga NU dalam berpikir serta bertindak di bidang sosial, keagamaan, serta politik.

Selain sebagai organisasi Islam, NU juga merupakan badan amal yang mengelola sejumlah pondok pesantren, perguruan tinggi, sekolah, dan rumah sakit.

Tak hanya itu, organisasi ini juga mengorganisir masyarakat untuk membantu dalam meningkatkan kualitas hidup umat Islam.

Load More