Indotnesia - Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkap dua kasus di mana virus SARS-CoV-2 atau Covid-19 dapat melewati plasenta ibu yang sedang mengandung. Hal tersebut menyebabkan kerusakan otak pada janin yang dikandung.
Riset itu dilakukan oleh para peneliti di University of Miami dan dilaporkan pada Kamis (6/4/2023). Memang beberapa virus mampu melewati plasenta sehingga menyebabkan kerusakan otak janin, antara lain Cytomegalovirus, Rubella, HIV, dan Zika.
Sementara virus SARS-CoV-2 pernah terdeteksi di jaringan otak orang dewasa. Melansir Channel News Asia, sebelumnya para dokter memang menduga kemungkinan virus Covid-19 dapat merusak jaringan otak janin, namun belum cukup bukti.
Temuan diperoleh dari bayi-bayi yang dilahirkan oleh ibu muda, yang ternyata positif Covid-19 selama trimester kedua kehamilan. Peristiwa itu terjadi pada puncak gelombang varian Delta pada 2020. Studi kasus ini telah diterbitkan dalam jurnal Pediatrics.
“Ini adalah pertama kalinya kami dapat mendemonstrasikan virus dalam organ janin dengan saluran transplasental,” ujar Kepala Kebidanan dan Ginekologi University of Miami, Dr Michael Paidas.
Kedua bayi yang diketahui mengalami kerusakan otak akibat virus Covid-19 itu sehingga menghadapi keterlambatan perkembangan yang parah. Bahkan, salah satunya telah meninggal dunia pada usia 13 bulan. Sementara yang lain masih dalam perawatan di rumah sakit.
Sebenarnya ketika dites, kedua bayi itu nggak positif Covid-19, namun punya tingkat antibodi Covid yang tinggi dalam darah. Ahli Neonatologi dan Asisten Profesor Pediatri University of Miami, Dr Merline Benny, mengatakan temuan itu menunjukkan virus berpindah dari ibu melalui plasenta ke bayi.
Tim peneliti menemukan bukti adanya virus di plasenta kedua ibu tersebut. Otopsi terhadap otak bayi yang meninggal mengungkap keberadaan virus Covid-19 di otak. Ini berarti ada infeksi langsung yang menyebabkan luka.
Meski kedua ibu itu positif Covid-19 saat mengandung, namun salah satunya hanya bergejala ringan dan melahirkan bayinya cukup bulan. Sementara ibu yang satunya harus melahirkan buah hatinya pada usia kehamilan 32 minggu.
Baca Juga: Setelah 28 Tahun, Shah Rukh Khan dan Salman Khan Bakal Main Film Bareng Lagi?
Kasus ini memang jarang, namun perempuan yang terinfeksi virus Covid-19 ketika hamil diharapkan menginformasikan perkembangan anak kepada dokter. Tim peneliti juga mengimbau agar ibu hamil segera mendapatkan vaksin.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
Terkini
-
Harga AION UT Alami Penyesuain di IIMS 2026, Lebih Murah Rp 45 Juta
-
Di Balik Rasa Secangkir Kopi
-
5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
-
Doxxing dan Kekerasan Digital yang Tak Tertangani
-
Intip 2 Rekomendasi Destinasi Wisata Alam di Tasikmalaya dan Subang, Cocok Buat Liburan Keluarga
-
Terancam Menepi di FIFA Series, Comeback Marselino ke Timnas Indonesia Bakal Semakin Molor
-
Kunci Jawaban Matematika Kelas V Halaman 291: Uji Kompetensi Bilangan Cacah Sampai 1.000.000
-
Serum Retinol Bagusnya Dipakai dengan Moisturizer Apa? Ini 3 Rekomendasinya
-
Masyarakat Sipil Desak Kejaksaan Agung Mengusut Genosida di Palestina Lewat Yuridiksi Universal
-
Izin Impor BBM Shell Belum Terbit, ESDM: Masih Dievaluasi!