/
Sabtu, 08 April 2023 | 11:55 WIB
Ciri-ciri anak yang menjadi korban bullying. (Freepik/gpointstudio)

Indotnesia - Bullying atau perundungan adalah tindakan yang dilakukan dengan sengaja terhadap orang lain dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus-menerus.

Ada berbagai bentuk perilaku bullying, di antaranya yaitu bullying fisik, bullying verbal, dan bullying tidak langsung.

Adapun contoh untuk bullying fisik misalnya adalah dengan mendorong, memukul, dan menendang. Sedangkan bullying verbal, contohnya yaitu menyindir, mengolok-olok, menghina, dan mengancam.

Sementara bullying tidak langsung, antara lain dapat berbentuk seperti sikap yang sengaja mengabaikan, menyebarkan rumor atau gosip jelek, hingga meminta orang lain untuk menyakiti.

Jika terus dilakukan, hal tersebut dapat membuat orang lain yang menjadi korban bullying mengalami gangguan mental, seperti depresi, gangguan kecemasan, meningkatkan perasaan sedih, menurunkan kepercayaan diri, hingga keinginan untuk bunuh diri.

Umumnya, perilaku bullying banyak terjadi di sekolah, sehingga penting bagi orang tua mengetahui ciri-ciri anak yang menjadi korban dari perilaku negatif tersebut.

Hal itu penting untuk diketahui agar orang tua mampu memberikan penanganan yang tepat bagi anak korban bullying, sehingga kehidupannya tidak terpuruk.

Pasalnya, tidak semua anak yang menjadi korban bullying dapat dengan mudah menceritakan apa yang dialaminya itu kepada orang terdekat terutama ke orang tua.

Lalu, apa saja ciri-ciri anak menjadi korban bullying?

Baca Juga: Sering Jadi Perdebatan, Berikut Doa Puasa yang Benar

Ciri-ciri Anak Menjadi Korban Bullying

1. Kerap menangis atau marah

2. Perubahan pola makan

3. Gangguan mood

4. Perubahan pola tidur

5. Menarik diri dari lingkungan sosial

6. Bertindak agresif atau bersikap tidak beralasan

7. Menolak mengungkapkan masalahnya

8. Mulai menyerang saudaranya sendiri

9. Terdapat banyak luka atau memar yang tidak diungkapkan

10. Pulang ke rumah dalam keadaan barang atau bajunya ada yang hilang atau rusak

11. Tidak ingin pergi ke sekolah

12. Mengubah rute ke sekolah atau takut ke sekolah

13. Tidak ingin ke sekolah menggunakan alat transportasi umum

14. Nilai-nilai sekolahnya mulai anjlok

15. Kerap sendirian atau tidak memiliki teman di sekolah

16. Sering menjadi target ejekan

17. Tidak dapat berkomunikasi dengan baik di kelas dan terlihat rendah diri atau ketakutan.

Jika menemukan ciri-ciri di atas pada anak dan terdapat indikasi mencurigakan yang berkaitan dengan tindak bullying di sekolah, kamu bisa melaporkannya ke nomor 021-57903020 atau 5703303, hotline Pengaduan Bullying KEMENDIKBUD di 0811-976-929, melalui e-mail ke laporkekerasan@kemdikbud.go.id, atau mengakses website https://ult.kemdikbud.go.id/.

Mari ciptakan lingkungan yang sehat bagi anak untuk masa depannya lebih baik dan bersinar. 

Load More