Indotnesia - Ada ketupat, opor ayam, sambal goreng, rendang, kue kering, minuman manis, dan sebagainya biasanya tersaji di meja makan saat perayaan Lebaran. Hari Raya Idulfitri memang lekat hidangan khas yang selalu dirindukan.
Tapi, kerap kali kita menikmatinya dengan porsi yang berlebihan, apalagi setelah berpuasa selama 30 hari di bulan Ramadan. Melihat makanan-makanan itu rasanya ingin menumpahkan keinginan yang terpendam.
Padahal, menu makanan Lebaran bisa memicu penyakit apabila dikonsumsi berlebihan. Ada yang mengandung santan, minyak, gula, dan sebagainya.
Berikut 3 ancaman penyakit pada menu makanan Lebaran, seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan RI:
1. Kolesterol Tinggi
Kolesterol adalah senyawa lemak yang diproduksi oleh berbagai sel dalam tubuh. Sekitar seperempat kolesterol yang dihasilkan dalam tubuh diproduksi oleh sel-sel hati.
Meski diperlukan oleh tubuh untuk membangun sel-sel baru hingga menghasilkan vitamin D, tingkat kolesterol tinggi bisa meningkatkan risiko penyakit lainnya, seperti jantung, stroke, dan sirkulasi darah yang memburuk.
Gejala kolesterol tinggi seperti mudah mengantuk, kesemutan, pegal pada tengkuk atau pundak, nyeri kaki, endapan di bawah jaringan kulit atau xanthelasma, perlemakan hati, gejala stroke, kram, dada terasa nyeri, disfungsi ereksi, dan benjolan kecil pada kulit.
2. Hipertensi
Baca Juga: Lirik AMYGDALA dari Agust D, Ungkap Kisah Sedih Masa Kecil Suga BTS
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan di mana tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih dan atau tekanan darah diastolik mencapai 90 mmHG atau lebih.
Hati-hati, hipertensi kerap menyerang tanpa keluhan yang dirasakan oleh penderitanya. Makanya, penyakit ini sering disebut The Silent Killer.
Gejala hipertensi meliputi sakit kepala dan pusing, jantung berdebar-debar, rasa sakit di dada, gelisah, penglihatan kabur, dan mudah lelah.
3. Diabetes
Diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin.
Zat gula terkandung dalam nasi, ketupat, kue kering, dan sirup, yang apabila dikonsumsi berlebihan dapat memicu penyakit diabetes.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Apa Itu DME? Energi Pengganti LPG dari Batu Bara yang Kini Dikembangkan di Sumsel
-
Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045
-
Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional
-
50 Kode Redeem FF Terbaru 30 April 2026: Klaim Bundle Gintoki, Magic Cube Hingga Motor Gintama
-
Tak Dapat Emas, Ekspresi Dara Arafah saat Unboxing Suvenir Nikahan El-Syifa Jadi Sorotan
-
Hong Kong Ikut? FIFA ASEAN Cup 2026 Dibagi Menjadi Dua Divisi
-
Dari Runtuh Bersama Fiersa Besari, Feby Putri Menyebrang Lepas Senandung Harapan
-
Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!
-
150 UMKM Sumsel Naik Kelas, Program InkuBI 2026 Siap Dorong Ekonomi Digital
-
Promo Indomaret Akhir Pekan, Harga Mulai Rp8 Ribuan untuk Kebutuhan Harian