/
Jum'at, 21 April 2023 | 15:05 WIB
ilustrasi sedih- (Pexels/Austin Guevara)

Indotnesia - Libur Lebaran, mudik, bertemu sanak saudara, dan silaturahmi, tapi kok malah merasa sedih dan lelah banget? Mungkin kamu sedang mengalami holiday blues. Bagi sebagian orang, libur panjang justru tidak membawa kebahagiaan.

Lalu, apa itu holiday blues?

Melansir Very Well Mind, holiday blues atau holiday depression adalah perasaan sedih yang berlangsung sepanjang musim liburan. 

Liburan yang biasanya dipandang sebagai kegembiraan justru membuat penderita holiday blues menjadi momentum yang menyedihkan, mengalami kesepian, kecemasan, dan depresi.

Menurut National Alliance on Mental Illness (NAMI), sebanyak 64% orang dengan penyakit mental melaporkan libur panjang memperburuk kondisi mereka. Makanya, orang dengan kondisi kesehatan mental sebelumnya lebih rentan mengalami holiday blues.

Berikut gejala-gejala seseorang mengalami holiday blues:

  • Perubahan nafsu makan atau berat badan
  • Perubahan pola tidur
  • Suasana hati yang tertekan atau mudah tersinggung
  • Sulit berkonsentrasi
  • Perasaan tidak berharga atau merasa bersalah
  • Merasa lebih lelah dari biasanya
  • Merasa tegang, khawatir, atau cemas
  • Kehilangan kesenangan dalam hal-hal yang biasa dinikmati

Ada beberapa hal yang memicu seseorang mengalami holiday blues, seperti kurang tidur, makan berlebihan, tekanan finansial, kesepian, dan ekspektasi yang tidak realistis.

Untuk mengatasi holiday blues, kamu bisa memulainya dengan tidak mengisolasi diri. Tapi masalahnya, kesedihan kerap bikin kamu ingin bersembunyi sendiri di rumah.

Tapi, kalau kamu sendirian dan terpisah dari keluarga, maka mencari dukungan sosial bisa menjadi lebih sulit. Kalau pun kamu nggak bisa pulang atau mudik, carilah cara untuk dapat menikmati hubungan sosial, misalnya menjadi relawan.

Baca Juga: Centang Biru Jalur Prestasi Distop, Segini Tarif Berlangganan Twitter Blue

Selain itu, cobalah untuk berolahraga rutin karena aktivitas fisik yang reguler penting untuk mencegah dan mengurangi gejala depresi. Selanjutnya, nikmati waktumu sendiri setidaknya 15-20 menit sehari untuk membaca buku, mendengarkan musik, yoga, berendam atau mandi, atau aktivitas lain yang menenangkan.

Cobalah untuk menyusun ekspektasi yang lebih realistis. Pahami kalau liburan panjang nggak harus sempurna, tapi lebih berarti dan mengena dalam ingatan.

Load More