Indotnesia - Saat ini, Negeri Paman Sam sedang mengalami epidemi kesepian yang meningkatkan risiko kematian dini. Bahkan tingkat berbahayanya sebanding dengan menghisap 15 batang rokok per hari.
Demikian laporan yang dirilis oleh US Surgeon General pada Selasa lalu. Melansir NPR, sekitar setengah dari orang dewasa di Amerika Serikat mengalami kesepian dengan tingkat yang telah terukur.
Hal tersebut menimbulkan masalah kesehatan termasuk peningkatan risiko penyakit jantung sebesar 29%, peningkatan risiko stroke sebesar 32%, dan peningkatan risiko demensia pada orang dewasa yang lebih tua sebanyak 50%.
Mengutip dari PBS NewsHour, penelitian menunjukkan orang Amerika kurang terlibat dalam peribadatan, organisasi komunitas, dan berinteraksi dengan anggota keluarga mereka sendiri dalam beberapa dekade terakhir.
Padahal, kesepian meningkatkan risiko kematian dini hampir sebesar 30%. Jadi kenapa kesepian bisa mematikan?
Melansir Live Science, psikolog sosial dari University of Chicago, John Cacioppo, dalam penelitiannya menemukan kesepian terkait dengan pengerasan pembuluh darah yang menyebabkan tekanan darah tinggi, peradangan dalam tubuh, dan masalah ingatan.
Penelitian Cacioppo dan Steve Cole dari UCLA juga menemukan sistem kekebalan berubah dari waktu ke waktu pada orang yang terisolasi secara sosial. Pada tubuh orang yang kesepian mengalami penurunan pertahanan terhadap virus.
Sistem imun harus membuat keputusan antara melawan ancaman virus dan melindungi invasi bakteri. Namun pada orang yang kesepian, sistem kekebalan mereka memilih untuk fokus pada ancaman bakteri ketimbang virus.
Tanpa perlindungan antivirus dan antibodi tubuh yang diproduksi untuk melawan berbagai penyakit, maka tubuh kurang memiliki kemampuan untuk melawan kanker dan penyakit lainnya.
Baca Juga: Inilah 20 Hidangan Nasi Terlezat di Dunia, Nasi Goreng Masuk Nggak Nih?
Selain itu, kesepian meningkatkan kadar hormon stres kortisol dan tekanan darah. Hal ini dapat merusak pengaturan sistem peredaran darah sehingga otot jantung bekerja lebih keras dan pembuluh darah mengalami kerusakan.
Kesepian juga merusak kualitas tidur, bahkan lebih sering begadang di malam hari dan menghabiskan sedikit waktu untuk tidur terlelap.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Polisi Minta Pandangan Ahli Pidana Terkait Kasus Pembakaran Santri
-
Gubernur Sulsel Groundbreaking Pembangunan Rumah Layak Huni di Takalar
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
4.664 Kasus Perceraian di DIY, Trauma Anak Jadi Luka yang Jarang Dibahas
-
5 Jenis Pompa Air Sesuai Kedalaman Sumur, Ketahui agar Tidak Salah Beli
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Tuhan, Aku Ingin Sembuh: Buku Healing Bernuansa Spiritual yang Menguatkan
-
Piala Dunia 2026: Tunduk di Tangan Jepang, Tunisia Jadi Tim Ketiga yang 'Mudik'
-
Sisi Lain Piala Dunia 2026: Mengapa Fanwar di Media Sosial Susah Diredam?
-
Grace Natalie Pamer Kaos Jokowi Berjaket PSI, Isyarat Gabung Makin Kuat