Indotnesia - Layanan streaming Disney+ mengalami penurunan 4 juta pelanggan pada kuartal I/2023. Di sisi lain, perusahaan itu sedang berupaya melakukan pemotongan biaya secara besar-besaran.
Melansir BBC, Kamis (11/4/2023), Disney+ sedang berada di bawah tekanan untuk membuat bisnis layanan streaming-nya menguntungkan di tengah pasar film dan televisi konvensional yang menurun.
Penurunan jumlah pelanggan terbesar berasal dari Asia. Hal ini terjadi sejak Disney+ hotstar kehilangan hak streaming pertandingan kriket di India pada tahun lalu.
Sementara itu, sebanyak 300.000 pelanggan dari Amerika Serikat dan Kanada juga tidak lagi berlangganan layanan tersebut setelah harganya baik.
Secara bisnis, Disney berusaha untuk mengurangi kerugian operasionalnya menjadi US$659 juta untuk tiga bulan pertama pada tahun ini. Sebelumnya, kerugian perusahaan mencapai US$1,1 miliar pada kuartal sebelumnya.
Awal tahun ini, rumah bagi Mickey Mouse, Star Wars, dan film-film Marvel itu telah mengumumkan rencana untuk memangkas 7.000 pekerja. Apalagi setelah ribuan penulis skenario TV dan film Hollywood menggelar pemogokan kerja.
Mereka menuntut gaji dan kondisi kerja yang lebih baik karena transisi ke streaming telah menjungkirbalikkan industri televisi dan film tradisional. Aksi pemogokan kerja itu telah menutup beberapa proyek Disney, termasuk yang akan ditampilkan di Disney+.
Untuk menjalankan layanan streamingnya, Disney telah menggelontorkan miliaran dolar dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan itu ingin menjadi salah satu pemain utama dalam industri streaming.
Saat ini, Disney+ memiliki hampir 158 juta pelanggan di seluruh dunia, masih di belakang pesaingnya, Netflix, yang memiliki 232,5 juta pelanggan.
Baca Juga: Jangan Sepelekan, Berikut Kebiasaan yang Bisa Menyebabkan Batu Ginjal
Di Indonesia, biaya langganan Disney+ hotstar tersedia dalam dua pilihan, yakni Rp39.000/bulan dan Rp199.000/tahun. Sementara bagi pelanggan Telkomsel, terdapat paket promo sebesar Rp20.000/bulan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?