Indotnesia - Fenomena unik terjadi di Gunung Bromo, pada Selasa (30/5/2023) pagi berupa pasir di kawasan tersebut yang terlihat seperti tertutup salju.
Diketahui, hal itu terjadi karena udara dingin yang menyelimuti kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Jawa Timur, sehingga memunculkan fenomena menari, yaitu upas atau lapisan tipis es di permukaan Lautan Pasir Gunung Bromo.
Embun upas atau yang juga dikenal dengan frost ini muncul pagi hari sebelum matahari terbit sempurna ketika suhu udara 5-9 derajat celcius dan akan mencair seiring sinar matahari yang semakin tinggi.
Untuk lebih mengetahui apa itu embun upas, simak selengkapnya di bawah ini.
Apa Itu Embun Upas?
Dilansir dari berbagai sumber, fenomena embun upas biasanya terjadi di dataran tinggi karena adanya Monsoon Australia atau angin muson yang membawa massa udara dingin dan kering.
Selain itu, penyebab fenomena ini juga terjadi karena adanya clear sky atau cuaca cerah yang mengakibatkan tidak ada tutupan awan pada malam hari, sehingga panas langsung di permukaan bumi terlepas ke atmosfer tanpa terhalang awan.
Fenomena ini umumnya terjadi pada bulan Juni hingga Agustus setiap tahun ketika musim kemarau dengan bentuk embun yang menyerupai salju.
Meski terjadi pada bulan Juni hingga Agustus, embun upas belum tentu muncul secara rutin karena tidak ada waktu pasti kapan fenomena ini akan terjadi lagi karena tergantung pada kondisi suhu.
Baca Juga: Daftar 25 Maskapai Terbaik di Dunia, Siapa Peringkat Teratas?
Selain di kawasan Lautan Pasir Gunung Bromo, fenomena embun upas juga seringkali terjadi di Dieng, Jawa Tengah, salah satunya muncul di rerumputan di Komplek Candi Arjuna dan sejumlah fasilitas umum obyek wisata tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa
-
Shin Tae-yong Pasang Target Juara untuk Persija, Minta Pemain Berkorban Habis-habisan
-
Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut
-
Mahasiswa Bandung Demo Kritik MBG dan Ekonomi, Dedi Mulyadi: Enggak Ada Problem, Sudah Biasa
-
Permintaan Khusus John Herdman! PSSI Ngebut Naturalisasi 2 Pemain Ini Demi Juara Piala AFF 2026
-
Menpar Widi Minta Anggaran Rp709 Miliar, Keponakan Prabowo: Sudah Lapor Presiden? Belum?
-
Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM
-
Jejak Frans Antony 'Bendahara' Fredy Pratama: Pernah Bersembunyi di Kawasan Elite Phatthanakan
-
Lenovo ThinkPad Disebut Siap Hadapi Kondisi Ekstrem, Apa Rahasianya?
-
Dua Direktur PT Simba Jaya Utama Ditahan Terkait Sindikat Emas Ilegal & TPPU