/
Selasa, 06 Juni 2023 | 11:39 WIB
Siapa sherpa everest? (Instagram/gelje_sherpa)

Indotnesia - Viral di media sosial seorang sherpa menyelamatkan pendaki Malaysia dari kawasan death zone Gunung Everest dengan berjalan dan menggendong pendaki tersebut hampir 6 jam menyusuri gunung.

Kisah tersebut salah satunya dibagikan oleh pemilik akun Twitter @JoePompliano lewat cuplikan video yang diunggahnya, pada Senin (5/5/2023).

“Berkenalan dengan Gelje Sherpa. Ia sedang memandu klein pribadi ke puncak Gunung Everest saat menyadari ada seseorang yang sekarat hanya 500 meter dari puncak,” tulisnya dalam keterangan video yang diunggah.

Video tersebut menampilkan seorang sherpa bernama Gelje yang tengah menggendong pendaki Malaysia yang diselimuti matras tidur dan membawa alat bantu oksigen.

Setelah video tersebut viral di media sosial, nama sherpa menjadi trending Twitter pada hari ini, Selasa (6/6/2023) dengan lebih dari 21 ribu cuitan warganet yang memuji keahlian sherpa dalam menjelajah Puncak Gunung Everest.

Nah, untuk kamu yang belum mengetahui siapa sherpa yang jadi trending di Twitter, simak penjelasannya di bawah ini.

Siapa Sherpa Everest?

Sherpa adalah nama dari salah satu suku bangsa yang berada di Nepal dan Tibet. Mereka umumnya hidup di lereng-lereng pegunungan Himalaya.

Diketahui, mereka diperkirakan bermigrasi dari Tibet ke Nepal sekitar 300-400 tahun lalu dan dikenal sebagai suku yang memiliki genetika alami dalam beradaptasi di ketinggian daerah dingin.

Baca Juga: Berakhir Damai, Begini Tanggapan Sultan HB X Soal Bentrok PSHT

Sebelum dikenal sebagai pemandu Gunung Everest, mayoritas suku Sherpa merupakan penggembala ternak, petani dataran tinggi, dan penenun.

Mereka mulai terkenal menjadi pendaki gunung setelah Everest mulai berubah sebagai tempat wisata pada awal 1900.

Hal tersebut kemudian membuat nama sherpa identik dikenal sebagai nama pemandu, meski belum tentu mereka berasal dari suku Sherpa.

Meski begitu, hanya suku Sherpa yang mampu mencapai Puncak Gunung Everest untuk mengantarkan para pendaki, karena mereka memiliki daya tahan tubuh kuat serta telah beradaptasi dengan kondisi dingin di kawasan ketinggian yang ekstrem.

Serpha pertama yang dapat menaklukkan Puncak Gunung Everest adalah Tenzing Norgay pada 1953 yang saat itu memandu Sir Edmund Hillary, seorang pendaki gunung asal New Zealand.

Seorang suku Sherpa disebut dapat bertahan hidup di Everest tanpa bantuan oksigen dan sherpa terkuat dapat bertahan hingga 8.000 meter atau 23.000 kaki di atas permukaan laut.

Load More