Indotnesia - Polusi udara di DKI Jakarta pada Senin (19/6/2023) siang tercatat sebagai yang tertinggi yakni di angka 152 menurut situs IQAir. Dalam beberapa hari terakhir, kondisi polusi udara di Ibu Kota memang tengah menjadi sorotan.
Muncul pertanyaan, apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan pernapasan? Apakah penggunaan air purifier di dalam ruangan bakal efektif?
Pada dasarnya, air purifier atau penjernih udara dapat membersihkan alergen, jamur, dan kontaminan lain dari udara. Namun, kalau kamu memilih jenis filter yang tepat untuk rumah maka air purifier akan lebih efektif, bahkan memberi manfaat kesehatan secara keseluruhan.
Melansir Live Science, mengetahui indeks kualitas udara di area tempat tinggal menjadi kunci dalam mengenali gejala-gejala kualitas udara yang buruk pada kesehatan. Gejala-gejala itu seperti iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, pusing, serta kelelahan.
Dalam menentukan air purifier yang tepat, pilihlah filter yang tepat sesuai polutan udara di sekitar rumah. Berikut cara memilih air purifier berdasarkan filternya seperti dikutip dari Healthnews:
Kamu bisa menggunakan filter udara High-efficiency Particulate Air (HEPA) untuk menangkap partikel kecil seperti sebu, serbuk sari, dan hewan peliharaan. Filter ini mampu menjebak partikel dalam jaring sehingga efektif untuk menghilangkan partikel-partikel tersebut.
Ion Air Filter
Filter udara ion alias ionizers atau filter ion ini adalah pembersih udara ion yang menghasilkan ion bermuatan negatif yang menempel pada partikel di udara. Proses tersebut menyebabkan partikel menjadi berat sehingga jatuh ke lantai.
Baca Juga: Mengenal The Powerpuff Girls, Kartun Pahlawan Super yang Berkolaborasi dengan NewJeans
Ionizer ini efektif untuk menghilangkan partikel kecil dalam ruangan seperti asap tembakau, tapi nggak efektif menghilangkan bau gas dan partikel alergen serbuk sari dan debu.
UV Filter
Pembersih udara UV bekerja dengan menggunakan sinar ultraviolet untuk membunuh kuman dan bakteri yang ada di udara. Meski demikian, masih ada pro dan kontra mengenai filter ini.
Melansir Medical News Today, UV filter ini tidak dapat secara efektif menghilangkan senyawa organik yang mudah menguap dari udara.
Carbon dan Charcoal Filter
Pemurni udara ini menggunakan karbon dalam filternya yang bekerja dengan cara menyerap polutan dan kotoran penyebab bau tak sedap dan berpotensi membahayakan kesehatan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya