Indotnesia - Saat ini modus penipuan semakin beragam seiring perkembangan jaman. Bahkan, tawaran untuk mendapatkan uang berkali-kali lipat secara cepat juga sering menjadi penawaran pamungkas dalam menarik korban.
Selain itu, ada pula tawaran untuk investasi melalui platform digital yang beragam. Investasi memang penting untuk mempersiapkan masa depan lebih baik.
Sayangnya, sejumlah orang masih mudah tergiur investasi yang bisa mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat secara instan, tetapi ternyata hal itu termasuk dalam skema Ponzi.
Oleh sebab itu, banyak korban investasi yang justru tidak mendapatkan keuntungan besar, tetapi malah menderita kerugian finansial karena menjadi korban penipuan.
Nah, agar tidak terjebak dalam iming-iming investasi yang menerapkan skema Ponzi dan dapat merugikan, pelajari lebih lanjut tentang apa itu skema Ponzi dan cara menghindarinya.
Apa Itu Skema Ponzi?
Skema Ponzi adalah bentuk penipuan investasi yang dinamakan berdasarkan Charles Ponzi, seorang penipu terkenal pada awal abad ke-20.
Skema ini didasarkan pada janji pengembalian investasi yang sangat tinggi dan tidak realistis kepada investor awal dengan menggunakan uang yang diinvestasikan oleh investor baru.
Skema Ponzi umumnya melibatkan satu orang atau kelompok orang yang menawarkan kesempatan investasi yang menjanjikan tingkat pengembalian yang sangat tinggi dalam waktu singkat.
Baca Juga: Tips Agar Tidak Mudah Lelah saat Bersepeda untuk Pemula, Perhatikan Jarak Ideal
Mereka meyakinkan calon investor dengan menyatakan bahwa dana mereka akan diinvestasikan dalam bisnis yang menguntungkan seperti perdagangan valuta asing, properti, komoditas, atau program investasi lainnya.
Awalnya, investor awal mungkin menerima pengembalian yang tinggi sesuai dengan yang dijanjikan.
Ketika aliran uang dari investor baru tidak lagi dapat memenuhi kewajiban pengembalian investasi kepada investor awal, skema tersebut kolaps dan banyak investor kehilangan uang mereka.
Sebagian besar investor baru tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya menjadi bagian dari skema penipuan hingga sudah terlambat.
1. Lakukan Penelitian yang Teliti
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
ASN Pemukul Perawat di RSUD Koesnadi Jadi Tersangka
-
Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan
-
Bocoran! Oppo Reno16 Series Meluncur 3 Juli 2026, Usung Desain Planet 3D dan Fitur AI Unik
-
4 Urutan Skincare Wardah saat Kulit Purging agar Cepat Pulih, Lengkap dengan Harga dan Review
-
Bisa Lewat HP, Ini Cara Cek Penerima Bansos BPNT Juni 2026
-
Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik
-
Modus Program UMKM, 227 Warga Malang Terpikat Sandiwara ASN Gadungan
-
Anime THE ONE PIECE Rilis Teaser Perdana, Mayumi Tanaka Kembali jadi Luffy
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur
-
Honor Siapkan HP Gahar dengan Baterai 14.000 mAh, Bye-bye Powerbank