Indotnesia - Salah satu penyakit tidak menular yang mengancam adalah diabetes mellitus atau dikenal sebagai penyakit gula. Pada dasarnya, diabetes mellitus adalah kondisi kronis akibat peningkatan kadar gula darah.
Hal tersebut membuat tubuh nggak bisa menghasilkan insulin atau nggak dapat menggunakan insulin secara efektif. Selain kadar gula yang tinggi, tubuh juga bisa lho mengalami kadar gula rendah.
Kondisi itu disebut hipoglikemia, yang merupakan gangguan kesehatan akibat kadar gula rendah di bawah normal. Melansir situs Kementerian Kesehatan, hipoglikemia adalah komplikasi yang paling umum terjadi pada pasien diabetes.
Salah satu penyebabnya adalah aktivitas fisik yang terlalu berlebihan atau tidak makan/terlambat makan. Lalu, apa saja gejala gula darah rendah?
Berikut gejala hipoglikemia seperti dikutip dari Mayo Clinic:
- Pucat
- Berkeringat
- Gemetar
- Sakit kepala
- Lapar atau mual
- Kelelahan
- Merasa cemas
- Sulit berkonsentrasi
- Pusing
- Kesemutan atau mati rasa pada bibir, lifah, atau pipi
Ada beberapa gejala lagi yang menandakan hipoglikemia memburuk, meliputi:
- Kebingungan
- Perilaku yang nggak biasa seperti nggak mampu menyelesaikan tugas rutin
- Kehilangan koordinasi
- Bicara cadel
- Penglihatan kabur
- Mimpi buruk
Hipoglikemia berat juga dapat menyebabkan kehilangan kesadaran dan kejang. Lalu, apakah gula darah rendah berbahaya bagi tubuh?
Kondisi hipoglikemia dapat berbahaya apabila tidak tertangani dengan cepat. Melansir NHS, ada beberapa cara untuk mengatasi kadar gula rendah, seperti:
- Konsumsi minum minuman manis atau kudapan seperti segelas kecil minuman soda (jangan pilih yang jenis diet coke), atau konsumsi jus buah.
- Setelah 10 menit, tes kadar gula darah. Apabila meningkat dan kamu merasa lebih baik, ini pertanda bagus.
- Kalau ternyata gula darahmu bum meningkat, konsumsi lagi minuman manis dan kudapan, dan ulangi lagi cek kadar gula darah setelah 10-15 menit. Kamu juga boleh makan besar jika memang sudah waktunya, atau konsumsi kudapan seperti roti, biskuit, atau segelas susu sapi.
Kamu biasanya nggak perlu bantuan media jika sudah merasa lebih baik atau hanya mengalami sedikit gejala hipoglikemia.
Jika gejala berat, segera pergi ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: 17 Juli Hari Emoji Sedunia, Lalu Siapakah Penemu Emoji?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!