Indotnesia - Setiap 17 Juli, kita memperingati Hari Emoji Sedunia yang kehadirannya melengkapi percakapan sehari-hari melalui pesan teks di ponsel. Tapi tahukah kamu siapa penemu emoji?
Dia adalah Shigetaka Kurita, seorang pria asal Jepang yang pertama kali menciptakan emoji pada tahun 1999. Melansir CNN, waktu itu dia membuat emoji dengan ukuran 12x12 pixels atau total ada 144 dot atau 18 byte.
Kata ‘emoji’ sendiri berasal dari bahasa Jepang, yakni ‘e’ yang berarti gambar, ‘mo’ artinya menulis, dan ‘ji’ berarti karakter.
Kurita membuat emoji dengan tujuan yang sangat spesifik, yakni untuk kemudahan komunikasi pada sistem internet seluler yang dikembangkan oleh raksasa telekomunikasi Jepang, NTT DoCoMo.
Sistem mereka menawarkan email, tapi masih terbatas hanya 250 karakter. Dengan demikian, emoji menjadi cara untuk mengatakan lebih banyak dalam ruang terbatas.
Saat itu, Kurita masih berusia 25 tahun dan harus bekerja dalam keterbatasan. Kala itu, resolusi hanya 144 piksel. Makanya awal kemunculannya, emoji masih terlihat sangat kotak-kotak dibandingkan sekarang.
“Aku nggak menyukainya, karena jumlah ruang di grid bukanlah angka ganjil, dan nggak bisa menemukan pusat membuat pengembangan emoji menjadi sangat melelahkan,” ujarnya Kurita.
Kalau sekarang sih, emoji sudah dibuat dengan grafik vektor sehingga secara teknis dapat ditingkatkan hingga resolusi tidak terbatas.
Masih terus berkembang, kala itu emoji sebagian besar tetap terbatas di Jepang selama lebih dari satu dekade. Kemudian ditiru oleh perusahaan telekomunikasi Jepang lainnya. Belum ada standarisasi, yang berarti nggak dapat dipakai di jaringan yang berbeda.
Baca Juga: Nggak Suka Salmon? Berikut 10 Makanan Tinggi Omega-3 Selain Salmon
Sampai akhirnya pada 2010, emoji dimasukkan ke dalam Unicode, standar yang mengatur perangkat lunak pengkodean teks. Pada tahun itu pula, emoji dirilis di iPhone dan Android.
“Di Jepang, emoji langsung menjadi populer, tapi penggunaan emoji di luar negeri juga benar-benar meningkat mulai tahun 2012 dan saya terkejut dengan jeda waktu tersebut,” kata Kurita.
Kini, ada lebih dari 3.000 emoji yang beredar. Emoji yang paling banyak dipakai adalah ekspresi ketawa terbahak-bahak hingga mengeluarkan air mata atau yang dikenal sebagai “laugh out loud” emoji face.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Hasil Spanyol vs Arab Saudi: Matador Tanduk Elang Hijau, Lamine Yamal Sejajar Pele
-
Argentina Lawan Austria di Dallas, Kota Terkutuk buat Maradona
-
Pemain Bongkar Borok PSSI-nya Tunisia Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Jepang Juara Piala Dunia 2026? Deretan Rekor Samurai Biru Usai Tebas Tunisia
-
Frenkie de Jong Dihujani Kritik Usai Belanda Menang 5-1 Van Dijk Pasang Badan
-
Latihan Timnas Belanda Memanas, Eks Striker Manchester United Hajar Rekan Sampai Cedera
-
Aksi Bersih-bersih Suporter Jepang Dianggap Munafik, Hajime Moriyasu Sampai Buka Suara
-
Baru 25 Menit Spanyol Pesta Gol ke Gawang Arab Saudi, Mikel Oyarzabal Borong Gol
-
Nagelsmann Jadi Bahan Omongan Gegara Pakai Jam Tangan Mewah Saat Jerman Tekuk Pantai Gading
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499