Indotnesia - Malam 1 Suro jatuh pada tanggal 18 Juli 2023. Pada malam tersebut ada beberapa mitos yang dipercaya masyarakat.
Suro merupakan bulan pertama pada kalender Jawa. Berarti malam 1 Suro menjadi malam pertama menyambut tahun baru Jawa.
Sementara dalam Islam, 1 Suro bertepatan dengan 1 Muharram yang juga menjadi bulan pertama di kalender Hijriah sekaligus Tahun Baru Islam. 1 Muharram 2023 jatuh pada tanggal 19 Juli.
Meski begitu, pada malam 1 Suro banyak masyarakat yang percaya dengan sejumlah mitos. Apalagi yang berkaitan dengan hal mistis seperti menjadi malam para makhluk gaib keluar dari dunianya.
Selain itu, berikut 3 mitos malam 1 Suro yang masih sering dipercaya, khususnya oleh masyarakat Jawa.
1. Larangan keluar rumah atau bepergian
Pada malam 1 Suro, sebagian orang akan memilih untuk berdiam diri di rumah. Pasalnya, mereka percaya bahwa jika melanggar hal tersebut akan mendapat kesialan.
Tak hanya itu, pada malam ini juga disebut sebagai waktu pencarian tumbal yang berkaitan dengan hal mistis.
2. Energi spiritual mengalami peningkatan
Baca Juga: Lirik Lagu Baby Don't Stop NCT U dan Terjemahannya
Sebagian orang percaya malam ini merupakan malam yang sakral dan mengandung energi spiritual yang tinggi. Karena itu, banyak tradisi keagamaan atau budaya yang dilakukan pada malam 1 Suro.
Misalnya saja, banyak orang akan berziarah ke makam wali atau raja-raja. Ada juga yang melakukan kirab atau pencucian benda pusaka.
3. Dilarang berisik
Tak jarang bagi masyarakat Jawa yang melakukan ritual bisu pada malam ini. Apalagi membuat acara yang ramai dan berisik.
Sebaliknya, pasa malam ini sebaiknya melakukan tirakat atau pengendalian diri pada malam Tahun Baru Islam ini.
Demikian 3 mitos malam 1 Suro yang masih dipercaya. Meski begitu, sebenarnya yang disebut malam 1 Suro atau 1 Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT.
Hal itu dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW sebagai berikut:
"Zaman berputar seperti hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu terdiri dari 12 bulan, di antaranya 4 bulan Haram, tiga bulan berurutan, Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Muharram. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhr, berada di antara Jumadil Akhir dan Sya'ban," (HR Bukhari Muslim).
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Dewan Keamanan Iran Akan Luncurkan Balasan Jika Amerika Berkhianat!
-
55 Calon Anggota KPID Sumut 2026-2029 Lolos Seleksi Administrasi, Ini Nama-namanya
-
Berlaku 1 Juli, Ekonom Ingatkan B50 Wajib Jaga Aspek Lingkungan
-
Pemprov Jabar Tingkatkan Akses Pekerja Informal terhadap BPJS Ketenagakerjaan
-
KPK Dalami Dugaan Illegal Gain Rp 27,8 Miliar Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Mahasiswa Trisakti hingga Tani Merdeka Gelar Demo Hari Ini, 4.263 Polisi Berjaga di 5 Titik Jakpus
-
Manga The Fake Alchemist Resmi Jadi Anime, Passione Garap Adaptasinya
-
4 Alternatif Sepatu Lari ASICS selain Novablast 5, Cocok untuk Daily Trainer Maupun Long Run
-
Listrik PLN Mati Lapor Ke Mana? Ini Panduan Meminta Kompensasi
-
Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli