Indotnesia - Belum lama ini kecelakaan kereta api vs truk menarik perhatian publik. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero pun memberikan penjelasan terkait insiden tersebut.
Sebelumnya pada Selasa, (19/7/2023) dua kecelakaan yang berkaitan dengan kereta api terjadi bersamaan. Yaitu (KA) 112 Brantas dengan truk tronton di Semarang, Jawa Tengah dan Kereta Api dengan truk tebu di Lampung.
PT KAI Persero pun menjelaskan kalau kereta bukan seperti moda transportasi pada umumnya. Pasalnya kereta api tidak bisa melakukan rem mendadak.
Hal itu disampaikan langsung oleh Vice President Public Relations KAI Joni Martinus.
"Berbeda dengan transportasi darat pada umumnya, kereta api memiliki karakteristik yang secara teknis tidak dapat dilakukan pengereman secara mendadak. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati sebelum melewati perlintasan sebidang," ujar Joni seperti dikutip dari Antara.
Pihak KAI menyebut bahwa panjang dan berat rangkaian kereta jadi salah satu penyebab kereta tak bisa berhenti mendadak.
Semakin panjang dan berat satu rangkaian kereta, maka jarak yang dibutuhkan untuk membuat kereta benar-benar berhenti akan semakin panjang.
"Di Indonesia, rata-rata kereta penumpang terdiri dari 8-12 kereta dengan bobot mencapai 600 ton, belum termasuk penumpang dan barang bawaannya. Dengan kondisi tersebut maka akan dibutuhkan maka akan dibutuhkan energi yang besar untuk membuat rangkaian kereta berhenti." keterangan dalam Twitter @KAI121.
Selain itu, KAI juga menjelaskan bahwa sistem pengereman yang digunakan yaitu jenis rem udara. Sistem kerjanya yaitu dengan mengompresi udara dan disimpan hingga proses pengereman.
Baca Juga: Tersedia di 5 Stasiun, Begini Cara Registrasi Fasilitas Face Recognition Kereta Api
"Saat masinis mengaktifkan sistem pengereman, udara tadi akan didistribusikan melalui pipa kecil di sepanjang roda dan membuat friksi pada rodo. Friksi ini yang akan membuat kereta berhenti."
Meski begitu, KAI menjelaskan kalau kereta sebenarnya kereta dilengkapi dengan rem darurat. Akan tetapi tetap tidak bisa digunakan untuk mengerem dadakan sehingga bisa menghindari kecelakaan seperti yang terjadi di Semarang dan Lampung.
Rem darurat hanya menghasilkan tekanan yang lebih besar sehingga mempercepat proses pengereman. Jadi, walaupun ada yang menerobos pemberhentian kereta biasanya tetap terlambat.
Selain itu, ada sejumlah faktor yang berpengaruh pada jarak pengereman.
1.Kecepatan kereta api. Semakin tinggi kecepatannya, maka akan semakin panjang jarak pengeremannya.
2. Kemiringan/lereng (gradient) jalan rel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi
-
5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China
-
Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji
-
5 Rekomendasi Brand Sepatu Lokal Terbaik yang Sedang Trend di Tahun 2026, Gaya Kamu Auto Naik Level
-
5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif
-
Sejumlah Kader Nasdem dan Parpol Lain di Kabupaten Sarmi Papua Pindah ke PSI
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara
-
4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan