Indotnesia - Usai masalah percintaannya dengan sang mantan jadi sorotan, kini hubungan rumah tangga Denny Caknan dan Bella Bonita viral. Denny Caknan Disebut menganut patriarki misogini. Apa itu?
Baru-baru ini podcast Denny Caknan bersama sang istri di channel Deddy Corbuzier jadi perbincangan publik. Pasalnya, dari obrolan mereka ada part di mana Bella Bonita terlihat ingin menangis.
Dalam cuplikan video yang beredar di media sosial, saat itu Deddy Corbuzier menanyakan apakah nantinya mereka akan mengurus anak sendiri atau dengan bantuan babysitter. Dengan cepat Denny Caknan pun menjawab “belum tahu”.
Selain itu dia juga berharap agar sang istri bisa mengurus anaknya sendiri. Namun, alasanya justru membuat Bella Bonita terkaget.
Awalnya Bella menganggap apa yang dikatakan suaminya terkait mengurus anak sendiri agar tidak ikut konser hanya gurauan saja. Akan tetapi, Denny Caknan menegaskan kalau itu bukan bercandaan.
Perkataan suaminya tersebut lantas membuat Bella Bonita seperti menahan tangis. Atas dasar hal itulah banyak yang menyebut Denny Caknan Patriarki Misogini.
Patriarki Misogini
Patriarki berasal dari kata patriarkat, artinya sebuah struktur yang menempatkan peran laki-laki sebagai penguasa tunggal, sentral, dan segala-galanya
Patriarki adalah sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi. Sistem ini menjadikan laki-laki memiliki hak istimewa terhadap perempuan.
Baca Juga: Sinopsis dan Pemain Film The Creator, Peperangan Manusia VS AI
Dalam domain kekeluargaan, sosok laki-laki ini memiliki otoritas terhadap istrinya, anak-anaknya, dan juga harta benda. Peran istri hanya sebatas melakukan pekerjaan rumah dan melayani suaminya.
Selain itu, tak ada diskusi dua arah antara suami dan istri terkait masalah rumah tangga, semua keputusan ditentukan oleh suami. Sementara misogini adalah perasaan yang masih berkaitan dengan sistem patriarki.
Misogini yaitu adanya kebencian dan rasa tidak suka terhadap perempuan. Sikap ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti diskriminasi seksual, fitnah, kekerasan terhadap perempuan (mencakup kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT), dan objektifikasi seksual perempuan.
Secara psikologis, misogini ditujukan untuk mengendalikan perempuan atau mengecilkannya baik dalam bidang hukum ataupun sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
17 Agustus Zodiak Apa? Kenali Karakteristik Sang "Singa" yang Lahir di Hari Kemerdekaan Indonesia
-
4 Zodiak Paling Beruntung pada 10 Agustus 2026, Siap Raih Kesuksesan Besar
-
Harga Pangan 10 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Hingga Beras Merangkak Naik
-
Paling Kuat di Asia, Rupiah Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.810
-
Rekam Jejak Saepul Pelaku Mutilasi Depok: Mantan Guru Matematika hingga Peserta Dangdut TV
-
IHSG Betah di Level 6.400 Pagi Ini, Pantau Saham DSSA
-
Intip Teaser Bad Lieutenant: Tokyo, Dibintangi Shun Oguri dan Lily James
-
Tablet Murah Harga Rp1 Jutaan: Lenovo Lecoo P900A Hadir dengan RAM 8GB dan OS Tanpa Iklan
-
Yayasan Harapan Ibu: Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Murni Urusan Hukum, Bukan Konflik Internal
-
Pengusaha Masih Nakal, Ratusan Truk Obesitas Masih Ada di Jalan