/
Kamis, 01 Desember 2022 | 13:46 WIB
Warga antre di jalur Curah Kobokan Lumajang (Instagram)

Suara Joglo - Musim hujan seperti sekarang ini memang membahayakan bagi warga yang tinggal di wilayah pegunungan, terutama warga yang tinggal di Lereng Gunung Semeru Kabupaten Lumajang Jawa Timur ( Jatim ).

Baru-baru ini viral di media sosial sebuah rekaman video bagaimana perjuangan warga di kawasan itu harus melewati jalan terjal di Curah Kobokan. Mereka harus bersusah payah menerabas aliran sungai deras dari atas pegunungan.

Hal ini disebabkan terputusnya jalau penghubung antara Kabupaten Lumajang dengan Malang di jalur Piket Nol atau Jembatan Geladak Perak. Jalur itu merupakan akses alternatif warga. 

Jalur alternatif itu berada di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur. Meskipun terdapat potensi bahaya bagi yang melintas, masih banyak warga yang memanfaatkan jalur tersebut.

Hal itu seperti yang terlihat dalam unggahan akun instagram @inijawatimur. Dalam video terlihat sejumlah sepeda motor memadati jalur di Curah Kobokan. Mereka

mengantre untuk melintasi jalan yang cukup terjal tersebut. Para pengendara harus berusaha keras untuk melintas di aliran sungai yang cukup deras meskipun dangkal.

Sejumlah relawan pun turut membantu pengendara motor yang melintas. Sementara beberapa orang juga tampak memilih turun dari boncengan dan berjalan kaki melintasi sungai dengan menaiki eskavator yang ada di lokasi.

Seorang pengendara bahkan hampir terjatuh saat mencoba menerjang air sungai. Unggahan tersebut pun mendapat beragam komentar dari warganet.

"Apa tidak ada jalan alternatif lain?," tanya nisa***

Baca Juga: Mengerikan, Fakta-fakta Beking Tambang Ilegal Klaten yang Disorot Gibran-Ganjar

"Pernah hujan deras nekat lewat sini, alhasil jatuh ke kali sekeluarga, sepeda macet, untung ditolong bapak-bapak lewat juga, penjaga sudah naik semua soalnya sudah mulai besar sungainya," kata dwi***

"Jalanku setiap hari min. Saranku sih kalau mau lewat sini jangan di atas jam 10 siang. Karena cuaca mendadak berubah di kawasan puncak dan lereng semeru," ujar luri***

"Kalau aku mah putar balik aja, serem," komen eddy***

"Menakutkan. Semoga selamat sampai tujuan," ucap ciela***

Load More